nhk

Drag Bike 2016 Semarang, Ninja TU Berkah Sari Karya, Ukir 6,9 Detik Spesial Ultah . Penasarankan…!

ManiakMotor6,9 detik, begitu sebut  Erwin Sredek (Mojokerto) joki Ninja TU ini. Padahal catatan waktu yang tertera dihasil lomba 7.246 detik. Eko Chodox Sulistyo, joki senior yang pernah merasakan performa Ninja TU yang memainkan perbandingan kompresi 14,5: 1 bilang,”Kalo mesin hampir sama dengan yang lain. Tapi motor ini memang gampang dibawanya, persneling juga mudah dibuat ‘matik’. Juga nggak ada hambatan buat bawanya, tinggal start mulus pasti jaminan podium. 6,9 detik pun bisa lah itu,”katanya. Lho kok? Ikuti saja terus ceritanya.

Pastinya,  Ninja TU milik tim Berkah Sari Karya asal Lampung karya Setyoko alias Penceng asli makin bahaya. Jelas, ini ancaman serius  bagi mekanik dan joki senior. Khusus joki Jateng-Jogja, kembali dipecundangi rookie luar Jawa . Nah lo! 

Fakta aktual mencuat  di event  SSC Ramadhan Drag Bike Championship 2016 garapan So Tech Sport Club (SSC) di sirkuit Tawang Mas, PRPP, Semarang, Jateng (18/6). “Belum ada perubahan spek sekedar repair saja. Tapi, racikan rasionya memang istimewa. Makanya, mudah dibawa oleh joki. Rookie macam Sredek juga berani kita adu. Terlebih, dia makin ‘kawin’ dengan motor ini,”sebut Penceng yang asli Klaten, Jateng itu.

Podium terhormat Sredek pun lebih berasa lantaran di hari yang sama, Penceng bersuka cita pada ultahnya ke-27. Selamat! Untuk itu Penceng kasih info spesial  racikan rasionya,”17/30, 20/28, 20/24,22/23, 20/21, 19/22,” jelas Penceng seraya merinci hitungan porting, yakni  tinggi eksos 28,5 mm, lebar eksos 42,5 mm dan transfer 42 mm.

Lalu, bagaimana soal catatan waktu tadi? ”Sekarang power dan speednya jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Makanya, aku yakin bisa tembus 6,9 detik sebagai kado ultah mekanik ku. Tapi sayang, kondisi trek licin dan nggak berani maksa lebih, apalagi di area selepas finish riskan,”kilah Sredek. Oh begitu!  Joki senior macam Dwi Batank, Fandi Pendol, Niko Sakau, Eko Chodox sukses ditaklukkan pertanda power-nya memang ‘ganas’.

Alhasil, kelas ini tetap panas meski tanding di suhu yang dingin lantaran malam hari dan sempat diguyur hujan lebat. Sayangnya, kelas ini telah diwarnai insiden dengan jatuhnya Taufiq Omponk (Jogja) sesat setelah finish. Omponk adalah joki sekaligus pemilik tim OP 27. Hingga berita ini diketik, “Hanya lecet-lecet dikit, sudah bisa jalan. Aman dan ini sudah kembali ke rumah,”bilang Krisna Andria, manager tim OP 27. Ardel

BACA JUGA 

Drag Bike 2016 Jogja, Ini Kunci Sukses FU H. Andy Takens Abakura Raih Juara di Pantai Depok 

Drag Bike SSC Ramadhan 2016: Ompong dan Codet Kecelakaan. Masuk Rumah Sakit 

Drag Bike 2016: Roller Moto 1 Racing Anti Oblak. Nggak Berisik, Buat Tarek-Tarekan..! 

Drag Bike 2016: Awas ! Ancaman dari Fitriansyah Kete 

Hasil Drag Bike Kenjeran, Jatim 18 Juni 2016

BAGIKAN