nhk

Drag Bike 2017 Banjar: Saling Klaim Jupie 130 MAC23 Vs Jupie V-Reinz, Kubah STD Squish 7,5!

Jupie, V-Reinz, banjar

 

ManiakMotor – Catatan tercepat di Bebek 130 4T TU pada Pertamax Drag Bike Championship (seri 2) di Banjar Patroman, Jabar (14/5), milik joki V-Reinz Bali Queen. Catatan itu didapat saat penyisihan 7.903 detik. Tapi saat final justru Jupie 130 tim MAC23 dengan joki Gerry Setiawan yang juara dengan time 7.920 detik.

Pantas kedua tim ini saling klaim, hehe. Terutama soal knalpot yang ingin ditulis. Tahu sendiri, Jupie MAC23 menggunakan knalpot JRM dan Jupie Bali Queen menggunakan ABRT. “Di hasil kejuaraan knalpot kami yang menang,” kata Gunawan dari JRM yang seolah mewakili MAC 23. Soal JRM nanti ditulis tersendiri.

Jupe V-Reinz digeber Alvan Cebonk (Nganjuk) dan Dicky GA (Temanggung). Cebonk podium kedua, Dicky GA ketiga. “Catatan waktu memang rapat. Tinggal eksekusi joki. Tapi Jupie kami-lah yang mendominasi dengan dua joki,” kilah Alfin Adi Candra, bos tim yang bermarkas di Magelang, Jateng itu.

Oleh Ari Setyawan selaku juru korek dijelaskan, Cebonk dan Dicky menggunakan Jupie yang sama. Keduanya punya tipe membawa motor hampir sama, “Ke Banjar membawa tiga Jupie, Cebonk dan Dicky bawa yang pelek gold. Speknya masih sama dengan sebelumnya,” sebut Ari yang mengaku yang hanya sempat menyegarkan komponen, lanataran jadwal eventnya sangat rapat.

Kalo rapat, maka daya tahan mesinlah yang diuji. Kuncinya maintenance yang teliti, “Selalu mempertahankan perbandingan kompresi 14,6:1 dengan bentuk kubah standart diameter 39,5 mm dan sudut squish 7,5 derajat. Ini yang penting,” sebut Ari yang kalem itu.

Model kubah standart kata Ari punya keunggulan kompresi bisa lebih tinggi dibanding model bathup alias bak mandi dan buat pistonnya juga lebih gampang. “Durasi 280 derajat dengan buka tutup 40-60 derajat, lift 9,8 mm dan diameter klep,” rinci Ari yang mengaku  belum sempat  dyno ulang.

Kan eventnya rapat. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Banjar Petroman, Jabar 14 Mei 2017

 

 

ManiakMotor –  Jadwal event drag bike di Jawa, entah itu di Jabar, Jateng, dan Jatim, teramat ketat terkadang ada yang berbenturan. Bagi sang joki tentu jadi lahan subur mendaring pendapatan, sedang buat kliker – sama juga – hanya lebih kerja keras. Karena, motor tak Cuma harus kencang, juga punya daya tahan. Seperti dialami Alvan Cebonk (Nganjuk) dan Dicky GA (Temanggung), keduanya pakai motor sama ketika berlaga di Pertamax Drag Bike Championship (seri 2) di Banjar Patroman, Jabar (14/5).

Selain harus kenceng, daya tahan mesin juga diuji. Untuk faktor terakhir ini, kuncinya ada pada pemeliharan yang baik, teliti dan modifikasi komponen. Menurut Ari Setyawan, juru korek dari tim V-Reinz Bali Queen perbandingan kompresi 14,6:1 dengnan bentuk kubah standar berdiameter 39,5 mm dan sudut squish 7,5.

Untuk model kubah yang dtandar, lanjut Ari punya kelebihan kompresi bisa lebih tinggi disbanding model lama bathup alias ban mandi dan buat piston juga lebih gampang. Durasi 280 dengan buka tutup 40-60, lift 9,8mm. Pastinya, secara power Jupie V-Reinz tak diragukan, kendati belum sempat di dyno ulang.

Hasilnya, ketika tampil dengan satu motor yang sama pelek gold, di final Cebonk dan Dicky naik podium kedua dan ketiga. Sedang tercepat dipegang oleh Gerry Setyawan dan catatan waktu lima besar sangat rapat bermain di antara 7,9 – 8,0 detik. Walau belum podium pertama, Alfin Adi Candra, bos V-Reinz bisa tersenyum karena Jupie miliknya dengan duo joki yang mendominasi.

Lantas kemana Jupie DKJ Perkasa garapan Bendol yang dipenyisihan kemarin bikin rekor?Ardel

 

BAGIKAN