nhk

Drag Bike 2017; FU STD B-Pazz Hasil Iwak, Kompresi Tinggi, Mantap Podium 1-2!

FU Porting Kentang 2017

 

ManiakMotor – Namanya balapan salah satu kunci pada mesin motor pemampatan bahan bakar. Cara ini sering disebut perbandingan kompresi. Pasti selalu lebih tinggi agar kuat menendang piston ke bawah. Tapi kalau ketinggian juga mesin akan meletus.

knalpot andalan

FU Porting yang jawara di  IDC  (Indonesia Drag Championship) seri 3 Sukoharjo, Solo, Jateng (7/9-2017) lalu, memilih perbandingan yang lebih tinggi. Bukan berarti ketinggian. “Kompresinya 14:1 sebelumnya 13,5:1. Torsi lebih dapat dan enak,” bilang Rosyd Arifin akrab disapa Kentang punggawa K-Tech, kliker FU STD milik Eleng ini.

Mengibarkan bendera tim B-Pazz Hasil Iwak dengan joki Gerry Setyawan alias Gerry Percil mencetak best time 8.004 detik. Itu tadi, soal torsi yang diterjemahkan jadi akselerasi ketika di sirkuit. Akselerasi sejak putaran bawah dengan kompresi yang ditinggikan.

Runner up pun didapat dengan motor yang sama lewat Dwi ‘Kenthus’ AW dengan 8.040 detik. “Volume silinder total belum sampai 155 cc, doom piston agak tinggi jadi 1,6 mm dari sebelumnya 1,5 mm dengan squish head ditata ulang,” lanjut Kentang yang bukan makanan yang mengaku sudut squish lewat pengurangan paking selembar. ”Power bawahnya lebih terasa. Memang jadi sedikit lebih liar, tapi tergantung dari jokinya,” komentar Gerry Percil yang makin serius mengancam seniornya dalam perebutan gelar juara umum.

Kuncian lain dengan final setting macam spuyer dan final gir. “Karbu pakai PJ34 kombinasi spuyer 125/50  dan final gir 12/43,” beber Kentang yang ternyata masih andalkan rasio standart. “Pastinya ini FU porting bukan FU STD. Bedanya pada ukuran klep harus standart, noken standart pakai double in,” tutup Kentang.

Oke deh, kalau perlu ikut di WR Battery Federal HQ B-Pro Drag Bike Maniak 2017 di Atang Sanjaya, Bogor, Jabar pada 15 – 16 Juli 2017! Ardel

BAGIKAN