nhk

Drag Bike 2017 Kediri : Awas…Dilarang Burn Out Area Start, Ini Korban  Diskualifikasi!

Kediri, burnout, dilarang

ManiakMotor – Ada dua  hal penting dari gelaran JRC Dragbike & Charity 2017 (15/1) kemarin. Pertama, catatan waktu yang  ‘fantastis’ karena didukung panjang lintasan  yang hanya 197 m. Akibatnya, bisa ditebak,  bebek 130 4T TU tembus 7,8 detik. Padahal, kondisi lintasan licin,  bilang Adi S Tuyul, salah joki papan atas yang hadir di Simpang Lima Gumul, Kediri, Jatim sebagai trek.

Kedua,  ”Peraturan makin ketat. Dilarang mencoba dan burn out di area start. Sudah terbukti ada peserta yang didiskualifikasi,” lanjut Tuyul yang kampiun di kelas sport 2T 155 cc TU. Korbannya, Erwin Sredek (Nganjuk) dan Bayu Ucil (Purwodadi) yang kena dis. “Itu di kelas 130 TU, kelas pertama main,” bilang Ucil saat dikonfirmasi.

Jatim memang jadi pelopor soal regulasi dan sanksi di drag bike. “Berikutnya malah wajib pakai wearpack. Soal burn out memang baru pertama diterapkan,” tandas Tuyul lagi sembari bilangm burn out juga berguna untuk drag bike.

Seperti kata joki senior Eko Chodox Sulistyo (Semarang), katanya aturan itu kurang pas. Alasannya drag identik dengan start. Pembalap harus memaksimalkan grip ban di area start. Alternatifnya, harus dibuat dua garis start, kalo memang diterapkan aturan itu. Jadi, satu garis  putih di sensor start, mundur 1 meter dari garis start sediakan satu garis lagi  buat burn out.

“Biar balap bisa maksimal, timer Indonesia juga nggak kalah sama Thailand. Paling utama lagi aman, karena dengan pemanasan ban dengan burn out, roda tak akan spin. Padahal spin di drag juga biang celakal,” usul Chodox yang menyetil soal kelas lokal yang bisa menghabiskan waktu.

Hal senada juga diungkapkan Ari Setyawan, mekanik V-Reinz Bali Queen wakil suara mekanik, ”Kalo sekadar yang diincar burn out, ya nggak jamin juga bisa lebih tertib. Jangan melulu peserta yang dikebiri. Penyelenggara juga harus berbenah,” saran Ari. Ardel

 

BAGIKAN