nhk

Drag Bike 2017 Purbalingga: Perang Bebek 130 TU Chodox ‘Terpeleset’, Batank Diskualifikasi, Dicky Nyaris!  

Chodox, IDC Purbalingga, dragbike

ManiakMotor- Tim dan joki papan atas hadir di antara 500 starter yang ikut berlaga di ajang IDC (Indonesia Drag Championship) seri 4 garapan EROI (Erdeve Racing Organizer Indonesia) di sirkuit Sirkuit Sirkuit Banjaran Sari, Kembaran Kulon, Purbalingga, Jateng (3/9). Kecuali Niko Sakau (Kudus) terpantau absen, berarti kans point juara umum tipis.

Dari total peserta, 30% jagoan lokal. Artinya, gairah balap karapan di kawasan Purbalingga dan sekitarnya hidup. Hingga berita ini diketik telah berlangsung babak penyisihan beberapa kelas point dan supporting. Tapi sayang,  kelas point hanya memainkan satu jalur, lantaran trek kanan ditengarai licin.

“Aspalnya baru jadi masih licin. Kelas point diputuskan pakai satu jalur biar adil,” sahut Eko Chodox Sulistyo (Semarang) yang harus menelan pil pahit dipenyisihan bebek 4T 130 TU karena ‘terpeleset’ alias jump start. Waduh! Padahal, kansnya cukup besar dengan memacu Jupie 130 TU MBKW2 karya Mlethiz.

Faktanya, Hendra Kecil (Magelang) yang juga memacu Jupie Mlethiz tercepat di babak penyisihan dengan best time 8.005 detik. “Basicnya garapan kami, tapi Jupie Chodox dan Hendra beda tim dan beda motor. Sama-sama andalkan klep titanium diameter 29/24 dengan diameter batang 4,5 mm,” sebut Mlethiz.

Nasib serupa juga dialami salah satu joki andalan V-Reinz Bali Queen, Bayu Ucil (Purwodadi) yang tidak lolos final lantaran hanya cetak 8.387 detik. Bahkan Dicky GA (Temanggung) joki andalan skuad Alfin Adi Candra itu pun nyaris tidak lolos. Dari daftar sementara Dicky ada diperingkat ke-17 dengan waktu 8.367 detik.

Tapi kabarnya, Dwi Batank (Semarang) terkena diskualifikasi lantaran bobot kurang, otomatis Dicky naik ke perinmgkat ke-16 dan lolos final. Nasib baik!  Ardel

BAGIKAN