nhk

Drag Bike 2017, Soal Kejurnas Ini Kata Rifat Sungkar, Yukk Simak!

Jupie, Reinz-Malang, drgabike
IDC

 

ManiakMotor-Rifat Sungkar yang pereli papan atas dan komandan Pertamax Motor Sport angkat bicara soal kejurnas drag bike. Baginya kejurnas sebagai level tertinggi, harusnya nggak kalah dengan garapan klub event.  Paling tidak dalam soal peraturan dan kelas yang diadakan harus kuat dan membumi.

Dengan begitu, status kejurnas bisa lebih menjual, ”Beberapa sponsor macam Pertamina lebih mengincar status. Mereka memberi kesempatan kepada talenta muda untuk lebih berprestasi pada level terstruktur,” ujar putra dari promotor senior Helmi Sungkar itu.

Itu pula yang jadi alasan, Pertamax Motor Sport menurunkan tim andalannya di kejurnas drag bike region Jawa. Tim yang di andalkan duet Alvan Cebonk (Malang) dan Dicky GA (Temanggung) itu memuncaki klasemen saat ini.

Tantangan bagi IMI untuk mengangkat gengsi kejurnas, “Indikasi gengsi itu dari hadiah yang ditawarkan. Pada 2015 lalu grand final ada hadiah utama, juara masing-masing region pun ada hadiahnya. Tapi coba bandingkan dengan sekarang?. Ingat ya, joki kejurnas itu kebanyakan kejar hadiah, karena tidak dikontrak seperti road race,” sentil Eko Chodox Sulistyo (Semarang).

Itu pula yang bikin klub event seperti IDC (Indonesia Drag Championship) dan Pertamax Drag Bike Championship diserbu tim papan atas. “Tahun ini juara umum dari kelas point ada hadiah Rp 25 juta untuk pengumpul point tertinggi. Bahkan, di tahun 2014-2016 hadaih juara umum satu unit mobil,” bilang Deon, humas Erdeve Racing Organizer (EROI) promotor IDC.

“Jujur, selain hadiah, kualitas promor juga jadi pertimbangan, regulasi juga harus diperhatiakan aspirasi yang berkembang. Soal aturan one make tire misalnya, tak harus dipaksakan kalo memang jadi menurunkan antusias peserta,” nilai Ari Setyawan, kliker V-Reinz Racing yang juga kawal tim Pertamax Motor Sport. Ardel

BAGIKAN