nhk

Drag Bike 2017 Yogya: Hanya 11 Starter, Beberapa Joki Balik Pulang, Termasuk Chodox!  

Chodox, kejurnas Jogya, dragbike

 

ManiakMotor – Begitu fakta di lapangan dari gelaran kejurnas dragbike seri 5 region 2 (Jawa) yang berlangsung di sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta (27/8). Waduh, apa ini untuk semua kelas lomba? Tidak! Drs. Nadjib M. Saleh selaku penggagas event dari VDC laporkan hanya dua kelas kejurnas saja, Sport 2T 155 cc rangka standar dan Bebek 200 4T TU.

“Awalnya ada sekitar 60 starter-an. Tapi lantaran tak juga dimulai padahal sudah siang, beberapa peserta pilih pulang,” bilang Eko Chodox Sulistyo (Semarang). Ia dan dan Hendra Kecil (Magelang) bersama beberapa joki memilih pulang.

Waduh! Kondisi itu dibenarkan oleh Najib. “11 starter untuk dua kelas kejurnas. Supporting kelas semuanya tidak jadi dimainkan karena tidak memenuhi kouta,” sebutnya. Dan ia tegaskan tetap gas untuk tahun depan.

Chodox menilai, tak hanya kejurnas, selama drag nggak mau berbenah, bakal begini terus. Kelas yang kebanyakan, hadiah nggak setimpal, aturan terutama safety ala kadarnya dan lain-lain. Sedang Bayu Ucil yang urung tampil dengan riset terbaru Jupie 130 4T TU menyentil soal ban, yang semula hanya satu sekarang depan belakang pakai punya sponsor.

“Seri sebelumnya hanya kelas bebek 200 yang wajib pakai ban sponsor, tapi seri ini wajib semua,”lanjut Ucil. Akibatnya, banyak pembalap yang balik jalan pulang.

Mengenai aturan ban,”Itu kan aturan dari PP IMI bahwa kejurnas dragbike harus pakai ban sponsor.  Jadi kami harus tegas soal aturannya ini, karena selama ini pembalap dragbike selalu saja ada alasan untuk minta keringanan aturan,” jelas Nugroho Wijayanto dari IMI Jogja.

Sstt..untuk satu set ban sponsor, peserta harus siapkan dana Rp. 500.00. “Soal wajib ban sponsor lagu lama, tapi yang lebih memberatkan dipasaran belum tersedia, gimana mau riset,” cetus Ari ‘V-Reinz’ Setyawan, kliker Pertamax Motorsport.

Coba tuh yang ramu aturan di PP IMI suruh bikin tim drag dulu. Jangan seolah jadi promotor untung mulu, aturan dibikin sekenanya. Ardel

 

 

BAGIKAN