nhk

Drag Bike Bantul 2017:  Diganggu Angin Matik 200 Manahadap Tercepat, VRG?  

JOHN PK DAFFI, IDC, YOGYA
Daffi (kanan) jadi yang tercepat

 

Drag Bike Bantul 2017; Matik 200 TU Milik Daffi Mini Manahadap, VRG Gimana?
ManiakMotor – Lantaran terganggu angin laut yang kencang dan pasir tercecer dari bibir pantai, matik 200 Putra Tunggal Manahadap (PTM) hanya 7,644 detik. Jokinya Daffi Mini (Tulungagung) harus melawan lawan benaran dan pasir tercecer di aspal saat final pada Indonesia Drag Championship (IDC).

Tapi Mini yang terbaik atau juara di Matic 200 TU di seri perdana IDC yang berlangsung di lintasan Lanud Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta (2/4) tersebut. Matik 200 adalah salah satu kelas point di event garapan Erdeve Racing Organizer Indonesia (EROI). “Saya berhasil mengatasi pasir dengan cara mengatur rpm saat start,” sebut Daffi yang bikin ‘diam’ matik VRG, Wahana Baru, HA feat HK dan sebagainya. Mantap!

Jamaluddin yang membuat mesin matik Manahadap tersebut terlihat tak henti-henti bersyukur. Maklum itu karya barunya. Maksudnya dia yang mengorek mesinnya, bukan membuat, yang bikin mah tetap pabriknya. ”Ini motor baru jadi, ikut IDC dan langsung podium, Alhamdulillah hasilnya maksimal,”ujar Jamaluddin yang mengaku datang langsung untuk mengawal settingan.

Jamal bilang karakter power bawahnya lebih lembut. Boleh dideteksi pada perbandingkan komperesi. Pemampatan bahan bakar dibikin lebih slow dari kompresi sebelumnya 13,7:1 jadi 13,4:1. Dan setelan itu ternyata menolong Daffi untuk mengatasi pasir. Ban nggak banyak spin. Disesuaikan pula dengan noken as 38/65 (in) dan 67/37 (ex). Katanya, konfigurasi itu cukup untuk kerjasama dengan kompresi. Akan tetapi lift atau angakatan klep dibikin 9,6 mm (in) dan 9,5 mm (ex) dengan LSA 107 derajat.

Untuk sementara memang membantu di trek berpasir dan embusan angin. ”Motor ini pakai karbu PE 28 reamer dengan main jet 28 dan pilot jet 45,” sebut Jamal yang bukan Mirdad yang menekankan setelan CVT tak kalah penting. Sebab basic mesin antar lawan nyaris sama, jadi setting CVT bisa beda dan jadi penentu. Untuk CVT, pulley depan standart custom dengan sudut 13,5°, per kampas CVT 2000 rpm, per CVT besar 1500.

Tercatat ada 37 starter di kelas ini dengan 16 terbaik di babak penyisihan masuk final. “Penyisihan malah hanya di posisi ke-14, tekanan ban lupa dikurangin. Efeknya jadi sliding, kalo terlau keras tapak bannya kurang kuat ke aspal,” bilang Daffi. Ya tuh, dengan sedikit dibikin kempis (17 psi-an) permukaan ban bisa menembus lapisan pasir. Traksinya lebih bagus , jadi spinnya berkurang. “Tadi juga masih spin,” ungkap Jamal.

Lantas bagaimana dengan matik VRG?,”Penyisihan salah satu joki kita sudah masuk lima bersar. Eh, babak final jump start. Joki yang satu lagi nabrak karung nyaris jatuh, alhasil nggal masuk final. Saya belum ketemu joki yang pas aja,” ujar Vincent Wijaya bos VRG yang saat lomba masih ada di Thailand.

Nah lo! Ardel

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353