nhk

Drag Bike Bantul 2017: Rahasia FU Porting B-Pazz, ‘Memperkedel’ Lawannya!

FU Porting, B-Pazz Debu, IDC
Nanda Wijaya (kiri) dengan FU porting

ManiakMotor – Tiga kunci ini jadi penentu FU Porting B-Pazz Debu Nusantara jadi kampiun. Rosyid Arifin akrab disapa Kentang sebut kompresi, porting dan knalpot kudu nyambung biar gemboknya bisa dibuka. Nanda Wijaya (Solo) pun, cetak 8.035 detik di lintasan Lanud Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta.

Nanda sukses jaga gengsi Kentang sebagai spesialisasi FU porting. Apalagi ini di event Indonesia Drag Championship (IDC) yang katanya bergengsi. FU Porting karya Kentang memang terpantau memperkedel lawan-lawannya, ”Ketelitian porting itu penting untuk dipasin dengan kompresi dan turunnannya sampai knalpot,” tegas Kentang yang memang namanya begitu.

Pporting saluran masuk katanya dibikin 31 mm. Ya memang ukuran bisa ditiru, tapi pegang pisau dan feeling mengoreknya yang selalu berbeda. Sedangkan lubang keluar 29 mm yang kelihatannya diatur dengan manis. Maksudnya, Kentang memang sudah biasa membuat ‘perkedel’ daging porting.

Lantas apa yang jadi pembeda dengan FU porting ini? “Jadi pembeda ya desain portingnya. Sebelumnya karakter power bawah agak liar untuk dapat torsi yang lebih cepat. Sekarang dibikin imbang,” bilang Kentang seraya sebut nama pemilik FU porting ini adalah Nurul Huda Debu Nusantara.

Karakter itu didapat dengan mapping ulang settingan CDI Rextor. CDI sebagai otak pengapian memang ngaruh besar dengan tenaga dan torsi, “Kurva pengapian dinaikin dikit biar rpm bisa lebih cepat di. Dari titik 2500 rpm jadi 3800 rpm, sampai rpm puncak 13.500. Tinggal diimbangi dengan kompresi 14:1,” tambah Kentang yang aslinya juga bukan juragan kentang.
Oke Selamat ya! Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike IDC Lanud Depok, Jogja, 2 April 2017

BAGIKAN