nhk

Drag Bike Boyolali 2016 AHRS; Joki Senior Vs Rookie, Senior Keok, Apa Kata Chodox?

ManiakMotor – Enam kelas point di AHRS IRC Drag Championship, didominasi ‘kuda hitam’ di Drag Bike AHRS di Boyolali, Jateng pada 10 April 2016. Tuh, ada Erwin Sredek di FFA, Asep Robot di Matik 200, Daffi Mini pada Bebek 200. Tiga kelas lain ada Hendra Kecil (Bebek 130), Yogie Keycot (Ninja TU) dan Rully PM (Sport 140).

Tiga nama belakangan mewakili ‘senior’ yang sebenarnya belum konsisten juga.  Masih ada tiga seri sisa. Tapi kenapa Eko Chodox (Semarang), Niko Sakau (Kudus), dan Fandi Pendol (semarang) pada memble. Masih beruntung Dwi Batank (Semarang) yang ada di posisi ke-2 Bebek 200 4T TU. Selebihnya, Batank terlempar dari lima besar.

Beda ditanya pada  AB Bendol dari ABRT20 (Salatiga). Mekanik nyentrik itu dibikin pusing tujuh keliling, lantaran salah salah satu joki andalannya si Sakau belum juga ‘On Fire’. Hal serupa juga terlihat pada mimik M. Yusron, kliker kawakan dengan bendera Simple Concept Ole.  Yusron, masih belum tahu harus keluarkan jurus apalagi.

Seri 3 lalu, berharap ada progress, ”FFA tak masuk final ada trouble dan Sport 140 juga tak masuk final,” ujarnya.  “Minggu lalu off, coba lebih refresh ajak joki liburan bareng. Berharap lebih rileks dan tanpa beban pada kompetisi yang ketat,” ujar Bendol.  

Itu upaya pendekatan psikologis ala atlet professional. Jangan salah, joki pun dibayar professional. Jadi? Sakau pun belum bisa memberi komentar dari hasil tiga seri ini. Diakui secara teknis,  katanya performa pacuan lagi top. “Hoki belum berpihak,” singkat Sakau.

Teror mental kah? Bisa jadi! Tapi menarik dicermati, senior macam Chodox dengan jam terbang tinggi, mental sudah kesekian. “Efek terbiasa di event yang asal-asalan. Sirkuit asal jadi dan balap tanpa hadiah yang jelas. Malah kadang nggak ada uangnya. Juga balap tanpa wearpack itu jadi kebiasaan buruk. Begitu pakai, jadi merasa aneh dan sulit gerak, akibatnya susah fight,” ujarnya Chodox.

Coba ditelusuri lagi, “Balap tanpa hadiah yang jelas juga menurunkan mental dan semangat pembalap. Jadi gak berapi-api mainnya, akibatnya terbawa ke event gede macam AHRS. Lantaran sudah terbiasa main di event yang setengah-setengah,” tambah Chodox. 

Jangan-jangan masukan buat Jateng tuh, karena juara kebanyakan dari Jatim. Ardel

BACA JUGA

Hasil AHRS Drag Bike AHRS Boyolali, Jateng 10 April 2016

Drag Bike 2016 AHRS Boyolali (Seri 3), Matik 200, Formulasi CVT, Robot Tercepat!

Drag Bike 2016 AHRS Boyolali (Seri 3) Bebek 200: FU CMT 2X Juara Lewat Dafi Mini

Drag Bike AHRS Boyolali 2016: Final FFA Erwin Sredek, Ninja Hasil Ayam, Bertelur Dong..!

Drag Bike AHRS Boyolali 2016: Final Bebek 130 TU 4T, MBKW2 Hendra Kecil, Masih Karbu UMA, Kopling SYS

BAGIKAN