nhk

Drag Bike Catatan 2014; Pesat Walau Rekor 6.7 Detik Tak Pecah

 

ManiakMotor – Tahun 2014 memang tak menghasilkan rekor baru di kelas-kelas bergengsi. Di FFA bahkan time Eko Chodox  yang 6,776  detik nyaris tak tersentuh. Jangankan 6.7 detik, menyentuh 6.9 detik saja sangat luar biasa di FFA, itu pun nggak konsisten.  Sama juga dengan kelas-kelas unggulan lain.

Itu bukan pengaruh perkembangan mesin dan jokinya, keduanya tetap meningkat jauh dari tutuntan pesatnya trek lurus. Bahkan melahirkan generasi baru macam Alvan Chebonk. Catatan hanya murni akibat dari makin banyaknya  promotor menerapkan sensor 1 titik. Sensor ini bila dikonversi dengan sensor biasa yang ramai 2013, selisihnya 0.2 – 0.3 detik.

Pada sensor 1 titik ada yang mencetak 7.0 detik bersih anggap saja sudah setara 6.8 detik. “Tapi saya hanya mengamati perkembang drag bike saat ini yang berimbas ke Jawa Barat. Jabar biasanya ramai dengan road race.  Makanya penataan event mulai serius, harus diakui di Jabar tak mudah mencari lintasan yang ideal. Mudah-mudahan lahir pembalap-pembalap andal dari Jabar,” kata Rio Teguh Pribadi, pemilik tim Anker Sport IRC GM TK Racing sekaligus Ketum IMI Jabar.

Rio menyuguhkan catatan fenomenal di FFA yang terkenal dengan KTM250SX, walau belum melampui KTM250 milik Abirawa. Rio juga mengejutkan dengan dengan menghadirkan GazGaz untuk berlaga di FFA  menggantikan KTM SX250. Muncul di final TPM Drag Bike Delta Mas, tapi sayang, hingga saat ini belum punya catatan waktu resmi. Wkwkwk

Raditya Hurangga akrab disapa Angga K-Ijo adalah wakil rakyat yang gila balap 201 meter. Ia tahu betul potensi drag bike. Setelah kuras dompet, peras keringat, putar otak bersama mekanik, pembalap dan sukses tercatat  tim papan atas saat ini.  “Ya drag bike memang lebih merakyat. Dekat dengan pencintanya dari struktur teknologi pada motor anak muda sehari-hari,” kata Angga yang untuk mempertahankan konsitensinya di drag bike membuka speed shoop di  Jln. Wachid Hasyim 30, Nganjuk, Jatim.

Riset dan part racing di drag bike tetap dinamis dengan masih terukur alias masih bias diikuti para pelakunya. Ya kalau bisa juga merakyat metode korek mengoreknya. Klep titanium misalnya, efisiensi mekanis meningkat. “Lalu beragam produk macam per kopling SYS juga mendorong riset kita,”kata Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz.

Kembali ke catatan waktu 2014 pada sensor lampu model dikunci 1 titik, diakui jadi salah satu pemicu rekor-rekor tidak bertumbangan. Itu malah asyik kaleee, ke depan pelaku kembali disuruh berpikir untuk dapat catatan waktu yang lebih cepat dari yang pernah terjadi. Tantangan maksudnya.

Seperti dibilang Eko ‘Chodox’ Sulistyo, ia pun harus belajar dari awal untuk sensor 1 titik, kendati dirinya saat ini paling senior di drag.  “Mekanik dan pembalap memang harus sama-sama belajar untuk menaklukannya dan kembali bermain di 6 detik untuk FFA dan Sport 150 TU 2T, misalnya. Itu harus terjadi 2015,” harap Sulistyo si pemegang rekor 2013 dan 2012 dengan Ninja Kickstart Baitech dari Bandung sudah mencetak 6.971 detik yang pernah tercatat di portal ini, tuh di atas ada foto Ninja Kicstart bahkan modifikasinya sudah ditulis 2012.  

Ya ditunggu siapa yang duluan mencetak di bawah 7 detik dengan sesor 1 titik. Ardel

BACA JUGA

Modifikasi Ninja 150 Drag Eko Chodox, Piston KDX 66 Mm

Drag Bike 2014 Jelang Pasuruan: Cebonk Vs Chodox, Chodox Pamitan Dari Drag Bike!

Kaus (T-Shirt), Kemeja, Jaket, Tema Balap Dan Drag Bike, Modelnya Cewek Bukan Cabe-Cabean

Drag Bike 2014 AHRS: Chebonk Juara Umum Dituntaskan Di FFA 7.164 Detik

Drag Bike 2014 Nganjuk: Bebek 200 TU 4T, Time 7,439 Detik, Sensor 1 Titik!

 

 

 

 

BAGIKAN