nhk

Drag Bike Cicangkal 2016: Rasio Moto 1 Dibikin Matik, Ninja TU 155 Jakarta Tantang Jawa

Ninja TU 155 Yong Nano
Ninja TU 155 Yong Nano

ManiakMotor – Hukum mesin balap itu, kuat dulu mesinnya baru atur rasionya. Sebab percuma, kamu atur-atur reduksinya tapi mesin loyo menariknya. Apalagi kalau rasionya dibikin berat, ya keringatan mesinnya.

Yong Mustofa dari Yong Motor mengerti betul soal tersebut. Mekanik asal Kemayoran di Jakarta ini, satu-satunya paling rajin di kelas Sport 155 TU 2T di Jakarta. Maklum kelas ini sudah seperti milik mekanik Jawa. Kalau dia rajin, artinya Ninja-nya boleh menantang Ninja Jawa, walau aslinya leluhur Ninja ada di Jepang.

Mustofa menganggap mesinnya sudah siap semua. “Sekarang tinggal rasio. Pilihannya rasio Moto 1 Racing yang secara hitungan cocok dengan korekan mesin. Cuma aslinya rasio ini belum matik,” kata Yong yang motornya kembali juara di Cicangkal, Serpong, Banten pada Minggu 20 November 2016 kemarin.

Catatannya pun mulai mengancam time Jawa loh. Eit bukannya mengancam, malah sebenarnya motor ini pernah di bawah 7 detik di BSD beberapa waktu lalu. Berarti itu sudah setara Jawa. “Rasio Moto 1 saya bikin matik dengan cara ujung pinionnya dibikin tipis dan kaki-kaki pada rasio dari gigi 2 – 4 dikurangi. Memang harus hati-hati agar nggak rompal,” sebut Yong.

Eh… yang membawa  Ninja ini juara kemarin di Cicangkal adalah Imam Ceper. Ceper turun atas nama tim Albagir Shaka RM Cargo. Dia mencetak 7.023 detik yang memang sikit lagi di bawah 7 detik. “Di Cicangkal memang sulit berlari di bawah 7 detik. Aspal di bagian startnya masih membuat ban spin, bila tenaga terlalu besar,” sebut Ceper.

Ok deh buktikan kembali di Proliner UMA RCB Drag Bike 201M yang eventnya bekerjasama dengan maniakmotor.com. Event ini jadinya di Deltamas, Cikarang, Jabar pada 2 – 3 Desember 2016. Semoga nggak hujan dan Indonesia aman. Panjul

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Cicangkal, Serpong, Banten 20 November 2016

Drag Bike ManiakMotor Desember 2017

BAGIKAN