nhk

Drag Bike Cicangkal 2016: Vega Hawadis 8.182 (Joki Pemula), Limiter 14,000 Rpm, CDI BRT

Vega Hawadis drag bike Cicangkal 2016

ManiakMotor  – Pengerjaan porting mesin 4T, Mas Hawadis tak diragukan kemampuannya. Di road race papan atas Indonesia sampai Asia, doski dikenal paling teliti dan rapi. Arus masuk dan keluar bahan bakar akurat sesuai karakter yang diciptakan Hawadis.

Karakter itu mulai jadi di drag bike, kendati nggak turun langsung ke lapangan. Contoh saat Drag Bike Cicangkal, Serpong, Banten pada 20 November 2016, Yamaha Vega korekannya dapat 8.182 detik dan juara. “Kami di lapangan hanya menjalankan perintah dari Mas Hawadis. Tapi aslinya setingannya nggak banyak berubah, karena hanya di trek lurus,” sebut Rully yang sibuk membersihkan Vega milik KJM Kaisar Racing Team dari Jakarta itu.

Yang dapat catatan di  Bebek 4T TU 130 cc itu joki M.Dhiba asal Cikarang, Jabar. Di Cicangkal dia mengandalkan bobot yang ringan yang nggak sampai 35 kg tersebut. “Mungkin itu keunggulan saya, karena di event ini nggak diberlakukan timbangan,” rendah Dhiba yang ditempel Eza Chemonk (Rakeri AKN Atajaya) 0.006 detik kemudian.

Kembali ke soal Vega yang direkayasa si Hawadis. Boleh disebut memang belum maksimal, karena jarang dikawal langsung oleh Hawadis. Maklum si mekanik berkumis tipis hiasan itu, sibuk di road race. Dilihat pada komponen yang digunakan, setara dengan para lawan. Salah satu andalannya adalah CDI BRT, CDI yang namanya nggak perlu diragukan lagi. Vega ini juga belum menggunakan Karburator UMA 30 yang populer di kelas ini. “Kalau ganti UMA 30 ada porting-porting yang harus digeser. Mas Hawadis belum punya waktu,” tambah Rully.

Ya oke deh, jangan lupa ikut event kerjasama maniakmotor.com dengan UMA Racing. Nama eventnya Proliner UMA RCB Drag Bike 201M di Deltamas, Cikarang Pusat, Jabar pada 3 – 4 Desember 2016. Panjul

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Cicangkal, Serpong, Banten 20 November 2016