nhk

Drag Bike Deltamas 2016: Honda NSR 150 cc Road Race 90-an, Ke Trek Lurus

Honda NSR 150 jadi drag bike
Om Yongs paling kiri dan anak-anaknya

ManiakMotor – Ketemu dengan Honda NSR 150 SP yang satu ini, akan ingat perjuangannya di kejurnas road race 90-an. Namanya kelasnya Sport Tune-Up 150 cc. Saat kejurnas tersebut dilarang di trek dadakan, lantaran memang berbahaya saking kencangnya, ini NSR nggak ada matinya. Tetap ikut ke Sentul Besar yang layak untuk kelas tersebut, walau akhirnya juga mesim 2T di road race tak diminati. Eh sampai sekarang ada tuh motornya tapi sudah bukan jagoan belok-belok, sudah lurus di drag bike.

Data logger road race masih ada di NSR

Siapa lagi yang punya kalau bukan mekanik senior Yongi Setiadi dari Yongs Motor asal Bandung, Jabar. Dia kelihatan di Proliner UMA RCB Drag Bike 201M di Deltamas, Cikarang, Jabar pada 17 – 18 Desember 2016. “Sekarang sudah anak saya yang naik. Walau sudah di drag bike, mesin dan rangka masih aslinya,” sebut Yongi yang berencana mengganti rangkanya dengan Suzuki RGR, agar lebih ringan di trek lurus.

Jangan salah, ini NSR diklaim juara nasional drag bike pada 2015. Saat itu katanya dikebut Indarno Adi. Lalu motor ini kembali ditaruh di gudang. Mau susah dan senang, itu motor setia dengan Om Yongs – begitu bapak yang rambutnya sudah memutih bukan karena cat, tapi memang sudah usia, hehe.

“Motor ini memang sudah aneh. Saat didiamkan 2007 usai keemasan Sport 2T TU 150 di Sentul, dihidupkan 2014. Lalu berhenti lagi, baru akhir-akhir dihidupkan kembali. Untung suku cadangnya masih lengkap bila dilacak sampai ke Thailand,” tambah Om Yongs yang bukan Yonk Mustofa, beda, walau sama-sama saat ini di road race. Om Yongs beralamat di Lengkong Kecil No. 44 Bandung, Jawa barat.

Eh ngomong-ngomong anaknya Om Yongs sekaligus pembalapnya beranama M Gerry. Nah si Gerry ini yang memaksa lagi tuh NSR bisa kembali mengeluarkan asap khas racing knalpotnya, wangi. Sayang kemampuannya belum bisa ditunjukan karena lintasan Deltamas disiram hujan besar pada Sabtu 16 Desember. Jadinya kelas-kelas yang memiliki power besar harus menunggu Minggu, kalau kering.

“E, e, e maaf. Ini motor nggak turun di kelas disebut di atas. Tapi cukup ikut kelas bracket time 8, 9 dan 10 detik. Sengaja hanya turun di kelas itu, lantaran mesinnya masih running,” tutup Om Yongs. Panjul

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Proliner Deltamas, Cikarang, Jabar 17 – 18 Desember 2016

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353