nhk

Drag Bike; Eko Chodox, Karakter Motor, Aspal Dan Ban Untuk Start, 75% Catatan Waktu, Wuzzz…!

Aksi Chodox 2014 atau lima tahun lalu, masih relevan sanoai sekarang

ManiakMotor – Namanya balap pasti dari start  ke finish. Tidak mungkin dari finish ke start. Itu namanya otak kamu sudah korslet. Pun begitu di balap dragbike. Di trek lempeng itu, 75% kemenangan ditentukan start. Tentu dengan motor yang kenceng. Salah start, silakan balik badan ke paddock. Menyerah.

Eko Chodox dan ibunya

Cerita start para pedrag, rata-rata sudah jagonya. Tetapi masih ada yang spesial. ”Di drag bike, 75% kunci suksesnya saat start. Start yang bagus adalah konsentrasi tinggi. Gerakan motor harus sama cepat dengan lampu hijau. Itu wajib, karena di situ banyak mempersingkat waktu. Kalau perlu hanya beda 0.001 detik dengan lampu. Lampu yang duluan padam. Kalau jokinya yang duluan itu namanya jump start,” yakin Eko Chodox, pendekar drag bake from Semarang, Jawa Tengah.

Sebenarnya artikel serupa sudah ada sejak 2016 di portal yang dulunya rajin mengulas drag bike ini. Dan sekarang mulai lagi, di sini tulisannya . Kata Mas Eko Chodox, tulisan itu masih relevan, “Karena di drag bike Indonesia sampai akhir 2019 belum ada yang berubah. Artinya cara start tumpuannya masih pada lampu dan penyesuai diri dengan motor, aspal dan ban,” kata Chodox saat dihubungi di akhir Desember 2019 sedang merayakan Natal.

Joki yang langganan juara di drag bike, motor mereka dari garis start seperti loncat. Saat yang sama tidak ada gejala angkat roda depan dan belakang akan spin. Ada sesekali gejala wheelie yang terkontrol. Dulu, joki-joki road race pernah berguru pada mereka soal kecepatan motor dari diam langsung ari. Jitu momentum melepas kopling, rpm dan posisi badan mereka.

Termasuk Eko itu yang startnya seperti katak. Makanya dijuluki Eko Chodox. ”Kosentrasi sudah harus penuh sejak di waiting zone. Adaptasi dan hitung  interval kedipan lampu start. Pelajari juga cara start pembalap sebelumnya, jika dia melakukan kesalahan jangan ulangi ritme yang sama. Tenaga saat on throttle harus pas dengan melepas kopling. Disesuaikan dengan karakter mesin, dan ban, tentu juga dengan kondisi aspal dia area start. Ngegrip bangat, sedang atau justru kurang,” tambah Chodox yang dulu memulai feeling dari lampu stopan lalulintas dari kuning ke hijau, hehe.

Lakukan burn out untuk memanasi ban. Dengan ban yang panas, kompon akan lengket ke aspal. Bahasa tekniknya kompon akan senyawa. Burn out juga akan memunculkan panas alami dengan aspal. Jadi ngegrip, kata orang. Roda kemungkinan tidak akan cakar di tempat atau spin, tapi akan menyalurkan tenaga. Coba panasi karet kolor dan pegang, selain panas juga lengket di tangan. Nah seperti itu maksudnya ban dipanasi sampai berasap tersebut.

Lalu? “Posisi badan condong ke depan dengan posisi 45°. Posisi ini ada maksudnya, selain membebani agar roda belakang dapat grip, juga menekan roda depan jangan terangkat. Sebab kalau terangkat berlebihan waktu akan rugi mengoreksi motor. Juga sudah tak bisa digas lebih lagi, karena makin akan terangkat. Jangan lupa berdoa minta keselamatan dan kemenangan,” urai Chodox yang punya nomor star 26, mirip Dani Pedrosa.

Masih ingat kan Chodox pakai SE KTM 250 yang 2T

Intinya, kata Eko start itu sesuaikan kondisi trek. Maksudnya bila tak terlalu grip, gas harus diurut pas, agar tenaga juga tersalur. “Sebaliknya kurang grip aspalnya atau bannya, tenaga boleh diurut atau dicil pas dengan gripnya,” tambah Chodox sembari bilang cara itu bersamaan harus pandai mainkan kopling dengan rpm.

Kopling ini kan fungsinya seperti tadi, mengatur irama tenaga yang otomatis terhadap grip pada aspal. Di dalamnya juga tekanan angin ban, “Angkanya tak hapal, feeling aja dan dicoba di tempat untuk menyesuaikannya. Ini perlu untuk antisipasi biar tidak sliding. Lebih bagus latihan yang banyak,” lanjut Eko yang bilang start itu memang utama dan gampang-gampang susah. Sudah full kosentrasi, tapi kadang juga tak mulus. Makanya harus latihan yang banyak lama-lama sudah hati yang mengendalikan alias di bawah alam sadar.

Karena membalap yang baik itu memag di luar alam sadar. Ya caranya latihan yang banyak. Maka akan didapat feeling pada gas sesuai torsi yang diminta mesin, agar motor tidak liar. Tetapi kalau motor pelan juga, susah juara. ManiakMotor

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353