nhk

Drag Bike IDC 2017 Yogyakarta: Matik 200 Metharfosis Ngetop, Asapi Pells & Wahana!

drag idc 2017-2a

 

ManiakMotor – Benaran nih, karena Dafi Mini yang naik Matik 200 ini kerap mengasapi Dwi Batank, malah Moch. Jamalludin yang ngetop. Namanya menjulang sebagai punggawa Methamorfosis Racing yang menangai matik 200 si Daffi.

Nggak main-main dan memang tulisan ini nggak becanda, korekan Jamal memuncaki klasemen matik 200 di IDC (Indonesia Drag Championship) lewat Daffi yang asal Tulungagung itu. Kalau sudah memuncaki otomatis mengalahkan Batank di kelas tanpa kopling dan gigi itu. Padahal, Batank menggunakan matik 200 bikinan M. Arif Sigit Wibowo alias Pele dari  Pells Racing (Solo).

Dijagad balap karapan, Pele lebih dulu kondang di spek matik 200. Nama besar Pele dipertaruhkan di final IDC yang berlangsung akhir pekan ini (19/11) di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Yogyakarta. Daffi Mini dan Dwi Batank bersaing ketat di klasemen matik 200. Daffi unggul 4 point dibanding Batank. Ketat! “Tak ada yang dominan, kekuatan merata tinggal tergantung mental joki. Optimis Batank bisa kuasai situasi,” ujar Pele saat dijumpai di IRS seri 5 (12/11) lalu yang artinya belum mengaku kalah.

Benar saja, bahkan Gerry Percil (Madiun) di posisi ke-5 pun masih berpeluang kampiun di kelas matik 200. Gerry kantongi 45 point. Apalagi di posisi ke-3 ada Asep Robot yang ngegas matik 200 Wahana Baru koren M. Farid akrab disapa Popo.

Kliker asal Bandung itu memang jago di spek matik 200. Robot bawa 51 point alias hanya terpau 9 point dengan Daffi Mini. Ya sudah, kalo begitu bakal jadi tarung gengsi Methamorfosis Vs Pells Vs Wahana Baru. “Masih andalkan CDI yang khusus di riset untuk matik 200,” sahut Jamal.

Rame kan, untuk sementara diasapi… Ardel

BAGIKAN