nhk

Drag Bike Kediri 2016; FU Solo Abakura Menang Bentrok Dengan Conk’s Dan CMT, Pakai Data Logger!

 

 

ManiakMotor – Bukan karena pakai data logger dari AiM Myhcron4, hanya selang sehari, FU Abakura (Solo) menang dua kali. Memang ada kelebihan pakai Myhron4 untuk menajemen data hasil korekan. Tapi korekan itu sendiri yang tentu lebih ngepek pada kecepatan motor.

Itu yang bikin FU Solo Sabtu (6/1) sebelumnya juara Bebek 200 di event Cimahi, Jabar. Lalu Minggu (7/2), itu FU kembali berjaya  di Tanpa Batas Dragbike yang berlangsung di sirkuit non permanen Jl. Temanggungan Plemahan Pare Kediri, Jatim.

Pastinya, dua FU yang beda tapi dengan spek tipis-tipis alias mirip. Namanya juga lahir dari satu tangan. Cerita lengkap, FU milik Takens H. Andy-Luthfi yang kuasai Cimahi, boleh klik lagihttp://maniakmotor.com/index.php/dragbike/10853-drag-bike-2016-cimahi-fu-ninja-tu-taken-s-h-andi-luthfi-digeber-oky-camat. Nah, di Kediri yang diikuti 379 starter lebih serem…Tanya knapa?

Di Kediri langsung bentrok dengan FU-FU papan atas! Adalah FU CMT karya Cak Moed dan FU Conks bikinan Fauzan Conk jadi pesaing berat FU Solo from Abakura Racing kreasi Wawan Kristarto. Ibarat main bola, ini babak final yang kepagian. Hehe…  mereka bakal jumpa lagi di AHRS Drag Bike minggu depan (14/2) di Sukoharjo, Jateng. Sayang di Kediri nggak muncul FU Pele yang saat ini pegang rekor Bebek 200.

Bedanya, gantian FU Solo yang bertindak tuan rumah. Pertanyaannya, jika di kandang lawan FU Solo sukses pukul mundur, bagaimana di kandang sendiri? Ya, kita lihat saja nanti! Pastinya, dengan Kiki Codet (Demak), FU dengan perbandingan kompresi 14.2: 1 itu mencetak 7.342 detik. Itu jadi, satunya-satunya best time 7.3 detik di bebek 200, lantaran Dafi Mini yang mengebut dengan FU CMT hanya  cetak 7.412 detik.

“Tadinya dibuat beda dengan FU Takens, karena memang buat riset. Ternyata ketemunya hampir sama, ya tinggal finisihinga,”ujar Wawan seraya meneyebut beberapa spesipikasi piston 70 mm dengan over stroke 1.3 mm . Bedanya, kali ini tetap dengan kruk as standart alias bukan pakai Raider macam di FU Takens. Juga dengan suplai bahan bakar oleh karbu PWK 38 mm solenoid Air Strike, lalu diatur dengan klep 27/23 mm dan durasi noken in-ex 260°.  

Jurus efisiensi volumetrik yang diimbang dengan porting yang teliti pada diameter inlet 36 mm dan outlet 33 mm. Nah itu semua dengan presisi dipantau dari data logger Mychron4. Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kediri, Jatim 7 Februari 2016

Drag Bike 2016 Cimahi; FU-Ninja TU Taken’s H. Andi-Luthfi Digeber Oky Camat

Hasil Drag Bike Kebumen, Jateng, 7 Februari 2016

Hasil Drag Bike Cimahi, Jabar 6 Februari 2016

Drag Bike 2016 Cimahi: Alasan Robot Juara Bebek 130 Tune Up (TU) 4 Tak

Drag Bike 2016 Kebumen; Chodox VS Batank Vs HK, Support By PJRM Speed Shoop!

 

BAGIKAN