nhk

Drag Bike Matik; CVT Matik Bubarkan Hitungan Mesin

 

 


ManiakMotor – Continues Variable Transmission (CVT) sekarang tren dipakai.  Betul.. di motor matik, hehehe. Makin keren, karena motor-motor matik ini mampu mencetak waktu fantastis di drag bike karapan motor. Tak kalah sama motor sport tune up sekalipun. Padahal, CVT punya kelemahan, ia malah sebagai pembatas putaran mesin.

Kok bisa? Ya bisa dong! Gitu aja nanya. Kan batas maksimum putaran mesin matik bukan dikarenakan faktor mekanisme mesin atau limiter pengapian. Contoh, mesin matik 200 cc, kalau digeber di dyno paling tinggi mentok 9.000 rpm. Padahal mesin 200 cc bertransmisi manual, gampang aja digeber di atas 13 ribu rpm.

Sebabnya kerja sabuk gesek CVT sebagai transmisi power mesin ke roda belakang dibatasi angkatannya lewat diameter pulley. Bahasa kita puli, bahasa acak kadutnya pemutar sabuk. Bahasa Tarzann-nya auuuuh, gelap . “Makanya kalau mau meningkatkan putaran mesin matik, pakai puli besar (big pulley),” tunjuk, Danang Ciduk, mekanik sekaligus joki drag matik from Jogja.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

 Maklum, ketika angkatan belt melewati tinggi puli, tenaga langsung slip dan belt bergetar. Saat sudah itu nggak ada landasan beltnya. Makanya putaran mesin tidak mau melejit lagi. Mau bukti lain? “Saat di dyno, begitu buka gas, rpm mesin lagsung melejit maksimal, baru diikuti menaiknya putaran roller dyno,” tutur Nicolas Seno, yang juga sering dimintai seting motor matik di dyno.

Nah, gara-gara CVT ini, perhitungan teknis mesin jadi bubar. Tidak seperti biasanya. Lagi-lagi dilihat dari dyno. Motor 200 cc manual, rata-rata tembus 32 dk/11.000 rpm dan torsi 22 Nm/7.000 rpm. Kemampuan CVT memanipulasi putaran mesin lewat multi-variabel rasionya.

Hasilnya mengejutkan, torsi mesin bergeser di sekitar 3.000 rpm, tetapi besarnya nyaris 2 kali lipat (44-46 Nm), sedangkan powernya biasanya turun jadi seputar 26 dk/6.500 rpm. “Kesulitan motor matik terutama memanipulasi CVT biar torsi bergeser di putaran lebih tinggi,” lanjut Nico.

Tampaknya Nico juga baca maniakmotor.com, kalau Power= torsix rpm. Padahal matik dari pabriknya memang diciptakan torsi besar di putaran mesin rendah. Karena perbandingan putaran mesin di puli, coy.  “Bayangkan kalau torsi sebesar itu, naik 1.000 rpm saja, jelas power meningkat tajam,” tandas pria tikus..eh tinggi kurus ini. Wah.. dia malah ngajarin..

Oh ya Nic, ajarin cara modifikasi CVTnya dong? “Lha itu, saya juga masih bingung, he.. he..” Walah, ternyata artikel pengetahuan saja, coy!! Kyaipradah

BACA JUGA

Drag Bike 2013 VSC Jogja; Jupie Quick Shifter Vs Mlenthis Mekanik IP..!

Modifikasi Jupiter Z Drag Bike; Power By Rpm, Quick Shifter, 8 Detik Bebek 130 Cc

Modifikasi Honda Karisma Drag Bike; Bebek TU 200 CC, Kruk-As Standar

Modifikasi Jupiter Z1 Racing IndoPrix 2013; Buka-Bukaan Korekan Mesin, Pakai ECU YZF250


BAGIKAN