nhk

Drag Bike Pertamina Kebumen 2013; DOHC Honda Sonic Dipertanyakan, Kan Aslinya SOHC, Bro..!

 


ManiakMotorBebek 200 cc di Pertamina Enduro Drag Bike 2013 (PEDB) di Kebumen, 16 Juni 2013 sempat ‘memanas’.  Salah satu pemicunya adalah, hadirnya Honda Sonic from Thailand milik Vincent’s Marcelio Racing Team.  Beberapa tim mempertanyakan ketegasan regulasi pada motor ini.

“Honda Sonic kan aslinya SOHC  (single overhead chamshaft) yang kem tunggal,  lalu kemudian adopsi head CBR. Berarti sudah DOHC  (double overhead chamshaft) atau  kem ganda dengan 4 klep. Adil nggak tuh?” tanya seorang mekanik yang tak ingin disebut namanya.

Sebenarnya disebut pun juga nggak masalah, ini berhubungan dengan aturan yang harus jelas.  Si mekanik itu merujuk poin 8  dalam buku peraturan pelengkap perlombaan tentang ketentuan utama kelas motor-motornya. Di situ disebutkan motor dengan mesin twin cam atau DOHC juga, tidak diperkenankan ikut Bebek Tuneup s/d 155 cc dan 200 cc. Berarti FU juga nggak bisa dong? Kan DOHC alias twin cam juga.

Sigit Widiyanto sebagai wakil pimpinan lomba di event PEDB sekaligus pengamat, menjelaskan untuk poin 8 itu sudah diralat saat briefing. Poin itu hanya berlaku untuk matik. Diuraikan pula, awalnya dibuat Bebek 200 cc semacam FFA khusus bebek.  Bisa disebut inilah kelas bergengsinya bebek,Makanya, untuk kasus Sonic, yang penting bagian bawah (crankcase) masih bebek. Isi silinder atas  bebas,” urai Sigit sambil menjelaskan, itu justru memacu mekanik untuk kreatif, bagaimana mensiasiati pencangkokkannya.

{Flash=images/IklanYamaha/yamahavixion.swf|width=500|height=160}

Wawan Kristianto juru korek FU Solo dan Arief Sigit Wibowo alias Pele yang terkenal dengan Jupie Pele-nya, tak setuju bila ada yang ‘memprotes’ hadirnya Sonic,Kelas ini memang bergengsi, bila sampai dilarang bikin gregetnya berkurang.  Itu sama aja dengan rencana memisah SOHC dan DOHC, nggak perlu. Malah jadi pemacu mekanik Indonesia,” kata keduanya yang aktif bermain di Bebek 200 cc tersebut.

Faktanya di Kebumen kemarin yang tercepat di Bebek 200 cc malah korekan lokal lewat FU Kolor Ijo. Bukan becanda, catatan Sonic langsung diputus menjadi 7.366 detik dari 7.377 detik. Artinya, FU tersebut tertarik kecepatannya oleh Sonic. Mekaniknya saat lagi setting yang terbayang-bayang semnagatnya mengalahkan Sonic yang memulai catatan 7.3 detik di Bebek 200. “Justru yang perlu dikritisi, boleh nggak dengan rangka almunium? Jujur, tak mudah setting bagian ini,” tambah Pele.

Bicara rangka, Sigit kembali menjawab,Kalo pakai rangka almunium, asal itu bawaan motor tak masalah. Yang tak boleh sudah modifikasi. Sebenarnya hal ini sudah ada aturan tentang bobot minimum (105 Kg untuk bebek). Jadi mau pangkai rangka apa pun, pembatasannya sudah pada bobot,” terang Sigit yang dikenal sebagai  pencetus Bebek 200 Cc di aturan PP IMI.

Justru, poin pentingnya mensiasati aturan bobot. Umumnya dibantu dengan pemberat, terkadang  posisi pemberat kurang diperhatikan tim. Idealnya, di tengah titik berat motor, hal ini akan berpengaruh pada distribusi bobot saat start dan melaju,” saran Widodo, mekanik tim Abirawa.

Betul tuh, bicara bobot juga jangan sampai podium pertama di depan mata, melayang karena kena diskualifikasi (bobot minimum tak dipenuhi). “Saat ditimbang tak boleh mepet, mengingat ada beberapa faktor yang memengaruhi hasil timbangan. Misalnya dehidrasi, bahan bakar yang menyusut, juga kelembaban dan termasuk keausan suku cadang. Mending dilebihkan sedikit sekitar 0,5 Kg,” wanti Tomo dari tim Tomo Speed Shop Jakarta. Catat tuh!

Iya, ya, dicatat. Tapi ngomong-ngomong SOHC ke DOHC sudah boleh nih? Ardel

BACA JUGA

Hasil Drag Bike Kebumen, Jateng, 15 – 16 Juni 2013

DRAG BIKE 2013 Pertamina Kebumen; FU Sikat Sonic Di Bebek 200 cc, 7.366 Detik, Ckckck..!

Pertamina Drag Bike 2013 Kebumen; FFA Dilibas Matik 6.943 Detik, Ke Mana KTM Dan Sonic Thailand..?

Drag Bike 2013 Pertamina Kebumen; FU 7.454 Detik Dan Sonic 7.377 Detik, Penyisihan

Pertamina Drag Bike 2013 Kebumen; Tiga Kelas Favorit Hadiah Mobil

 

BAGIKAN