nhk

Drag Bike/Road Race/Motocross 2015; Bambang Diro Meninggal Dunia, ‘Mc Gyver’ Timing Syestem Indonesia!

 

 

 

ManiakMotor- “Telah Meninggal Dunia sdr kita Bambang Sudiro pada hari ini Jum’at 27 November 2015 pada jam 09.30 WIB. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Kawiluto VII No. 6 Perum Tlogosari Semarang,” begitu tulis Eddy Horison, Helmy Sungkar dan siapa pun yang mengenalnya. “Sakitnya sangat cepat. Cuma dua hari di ICU, ada tumor ganas di otaknya,” jelas Helmy yang lama bekerjasama dengan almarhum.

Dunia balap tanah air kembali berduka. Bambang boleh disebut tokoh balap asal Semarang, Jateng.   Bambang Soediro meninggal dunia (27/11) di RS Permata Medika Ngaliyan, Semarang, Jateng pukul 9.30 WIB karena sakit. Bambang Diro – begitu dia dikenal – adalah sosok yang professional dan menjaga kredibilitas di bidangnya.

Sebagai orang kompeten, pria kelahiran 5 April 1961 pernah aktif dan menjabat di organisasi IMI (Ikatan Motor Indonesia). Bersamanya, balap roda dua Jateng disegani dengan beberapa kali menyabet penghargaan di IMI Award sebagai Pengrov terbaik. Di lain sisi, Bambang Diro identik dengan timing system bersama bendera Soklat Timing Syestem. 

Bukan itu saja, sejak puluhan tahun memperbaiki balap motor Indonesia khususnya timing system. Sebelum ada transponder seperti saat ini di road rade dan motocross, otak Bambang yang jadi andalan agar balap tertip sejak era 90-an awal. Dia juga yang mempopulerkan timing system drag bike sehingga merata di Indonesia dan tak ada lagi ribut gara-gara catatan waktu.   

Soal ini, Eko Chodox Sulistyo, selaku joki kawaka nasal Semarang punya penilaian khusus, “Mas Bambang pelopor balap drag dengan timer yang akurat. Selalu berinovasi untuk kemajuan drag dike, terutama timing syestemnya. Mungkin kalau diadakan poling lampu paling akurat, tetap Mas Bambang yang oke,” nilai Chodox yang memang punya kedekatan ‘emosional’ dengan pria kelahiran Semarang itu.

Portal ini masih ingat saat liputan salah seri TPM Drag Bike di Kenjeran, Surabaya (21-22/9) tahun 2013.  Kala itu sebagian besar peserta minta untuk mendatangkan timing system milik Diro. Pertanda bahwa memang ada kepercayaan pada timing system miliknya.

“Kalo terjadi trouble, dengan sigap bisa ditangani layaknya ‘Mc Gyver’. Dia sosok panutan, dari beliau saya dapat pengalaman berharga. Sampai akhirnya kami bisa mandiri punya timing system sendiri,”ujar Ryand, seraya menyebut Bambang  dengan panggilan Pak De.

Ya, Ryand yang eksis juga dijalur timing system dengan bendera DN Timing Syestem adalah ponakan Bambang Diro. Kini, sosok yang humble itu telah meninggalkan kita selama-lamanya. Selamat jalan kawan, semoga ditempatkan di sisi terbaikNya. Amin! Ardel

 

 

BAGIKAN