nhk

Drag Bike Semarang, FU Di-KO Jupiter Z Pele..!

ManiakMotorDituding ‘lari’ dari arena bertanding pada tulisan sebelumnya, Pele alias Arif Sigit Wibowo  segera mengkonfirmasi. Bahwa, Jupie miliknya tidak akan penah menyarah sampai titik oli penghabisan. Berarti dia hadir di final Drag Bike IMI Jateng Cup 2012(DBIJC) di sirkuit Tawang Mas, Semarang, Jateng, 9 Desember 2012

Kali ini nggak pakai joki Jhon Pelss. Pele mendaulat  Eko Chodox yang menggebernya. Dengan speksifikasi naiknya kompresi pada Jupie ini hanya joki tenang yang bisa menyelesaikan secara adat. Ya, adatnya trek lurus, brosist.  “Bukan bermaksud menyalahkan joki sebelumnya, tapi coba alternatif lain,” jawab Pele dengan nada geram bin penasaran lantaran beberapa kali Jupie-nya ‘dipermalukan’ di portal ini. Wkwkwkwkwk….

Begitulah portal ini hanya mendorong motivasi agar kian penasaran. Kalah hari ini, besok riset ulang, lusa tandi lagi. Persis pada bebek tuneup 200 cc di Semarang, Pele membalas tunai kekalahan sebelumnya kerap diasapi FU Solo.  “Catatan waktu masih 7.734 detik, belum di bawah 7.5 detik.  Toh revisi perbandingan kompresi dan bobot magnet, paling tidak telah tercatat mengalahkan FU yang  DOHC,” bangga Pele sambil  ingatkan ini bukan kali pertama.

Pemampatan ruang bakar dengan kompresi yang didongkrak jadi 14,2:1 dari 13,8:1, memang layak dipakai Chodox. Naiknya kompresi, justru rpm tidak melengking tinggi. Tetapi kitirannya bisa lebih singkat untuk mencapai rpm yang dimau, 13.000 rpm misalnya, week, weeek, blarrr…. kira-kira seperti itu kecepatan  mesinnya. Itu sama dengan memindahkan tenaga kian ke bawah. Tendangan awal diperbesar… Hitungan kompresi ini dari Pele sendiri loh. Sebab namanya menghitung kompresi harus pakai rumus.

Supaya tersalur sejak dini dan motor tidak teriak duluan, magnet pengapian yang tadinya 700 gram  diberatkan jadi 750 gram. “Komposisi ini lebih seimbang antara tenaga ke roda dan putaran mesin. Itu yang saya rasakan,” jelas Chodox  pada motor yang memakai gigi rasio gigi pertama 15/34, 18/31, 3:21/28 dan 4 standar.

Sedang FU Solo korekan Wawan Kristiarto sebenarnya sudah spesial. Apalagi dijoki tiga penunggang kawakan. Misalnya Dwi Batank, Luluk Ucil dan Taufik Omponk. “Kelas ini tanpa babak penyisihan, langsung final. Momentum pengenalan mesin kurang pemanasan. Jadinya kira-kira semua. Lihat saja catatan waktu saya hanya 7.742 detik. Ini bukan soal motor dan joki. Tetapi drag bike memang dinamis, hal-hal begini yang bikin ramai,” kata Batank sembari sportif mengakui musuhnya lebih beruntung dan memberi selamat.  

Berarti masih to be continue Batank vs Chodox. Tapi maaf brosist justru foto Jupiter Z ini yang nggak ada, maklum reporter lagi buru-buru ke event yang lain. Kejar setoran…. Ardel

BERITA TERKAIT:

Hasil Lomba Drag Bike Semarang, 9 Desember 2012

Drag Bike Semarang, Malah Jadi Chodox Vs Batank

Jawa Tengah Gudang Joki Drag Bike. Ilmu Koreknya Terbuka!

Jelang Drag Bike Semarang, FU Mandi Jumat Kliwon, Di bawah 7,5 Detik?

Modifikasi Suzuki Satria FU Drag Bike (Dwi Batank), Volumetrik 200 cc, Time 7.5 Detik



BAGIKAN