nhk

Drag Bike Sentul, Ciptakan Ban Basah Sendiri

ManiakMotor – Di drag bike belum ada ban basah seperti di road race. Tapi kalau meminjam ban milik road race yang versi basah, kayaknya bisa lebih cepat dari ban biasa yang dipakai drag, itu hanya saran bro.   Persoalannya, dalam lomba one make tyre ban sudah dijatah panitia alias harus pakai merek tertentu.

Ramai-ramailah tim  ciptakan wet tyre sendiri di Corsa One Make Tyre Drag Bike 201 Meter di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor pada 18 November 2012. Lomba itu berlangsung dalam keadaan lebih dari wet race. Hujannya sangat deras, bro. “Berbagai macam cara dibikin agar ban bisa jadi wet tyre,” jelas Antoni Yusuf  Prabowo alias Bowo Samsonet dari MC Racing TDC.

Dari  11 kelas yang dilombakan semua kelas hanya sekali tampil alias satu heat saja. Dalam satu heat itu, trik ban diciptakan agar ban mampu membuang air ke kiri, kanan dan belakang. Caranya harus  membuatnya jadi ban lunak. Tinggal dikempeskan sama dengan membuat komponnya jadi soft. Itu sama juga menciptakan tapak ban lebih banyak bersentuhan dengan aspal. Itu maksudnya membuat ban basah sendiri.

Tidak perlu panggil insiyur karet hitam dari pabriknya. Mereka kurangi isi angin rata-rata 5 psi dari tekanan normal.  Ya, normalnya di drag bike saja, sudah abnormal dengan tekanan harian. Saat kering rata-rata pakai 15 psi. Nah kalau dikurang 5, ya tinggal 10 psi di dalam bannya. “Tapi aman, ban tidak akan terlipat karena aspalnya licin dan betot gasnya tidak gila-gilaan,” jelas Taufik Trijatmiko atau Taufik Ompong dari  Abirawa DMC Racing.

Membawa motor saat hujan, apalagi dengan ban mungil ala trek lurus butuh otak memelintir gasnya. Bila bisa setting lagi, mesin dibikin lembut kitirannya sesuai dengan pengurangan tekanan ban. “Cukup diatur melepas koplingn dan menaikkan putaran gas. Ban dan power pasti akan klop,” timpal Dwi Batank yang malah ke Sentul ketimbang ikut di Purbalingga yang dekat dengan kota asalnya. Batank memperkuat AHM SKN Harry Motor.

Hampir sama dengan Antonius Purnama Nugraha atau kondang dengan panggilan Antonius Petruk. Grip ban yang dia bikin jadi ban basah, juga disesuaikan dengan cara bawa. “Jangan segalak di saat kering. Feeling melepas kopling dan gas harus bersamaan kinerjanya,” kata  joki yang poinnya tertinggi di FFA s/d 250 4-Tak dan berhak atas hadiah Yamaha Mio.

Sebelas dua belas. Iya, 11 dan 12 itu kan dekat angkanya bro, ya tipis bedanya dengan   matik. Karena tanpa kopling pergelangan kanan yang menentukan. “Juara memang ditentukan dari pengaturan tekanan ban dan pergelangan. Siapa yang paling halus mengangkat tenaga matik, dialah yang juara,” bangga Saiful Cibiet dari Tomo Speed yang juara dengan Honda Beat di kelas matik s/d 150 cc.

Selamet deh bikin wet tyre sendiri… Adit

BERITA TERKAIT:

Hasil Semua Sesi Drag Bike Sentul, 18 November 2012

Hasil Drag Bike Purbalingga, 18 November 2012

Drag Bike Sentul, Hujan Besar, Langsung Final

Drag Bike Purbalingga (Hujan), Jupiter Z Penantang Satria FU ‘Kontroversi’ Hadir

Drag Bike Demak, ‘Kontroversi’ Satria FU 07.604 Detik!


BAGIKAN