nhk

Drag Bike TDR Kudus, Utamakan Kualitas, Yakin Bikin Rekor

 

 

ManiakMotor –  Seri  pertama TDR Racing International Drag Bike Championship (TRIDBC) 2013 yang digelar di kota Kudus mengedepankan kualitas. “Belakangan drag bike tenar dengan jumlah starternya bombastis. Bila event drag bike tidak menyentuh 500 starter event tersebut dicap gagal. Kami ingin ubah pandangan tersebut, sudah saatnya drag bike ditata eventnya agar lebih berkualitas,” buka Faryd Sungkar, selaku pimpinan dari FR Action Event selaku event organizer (EO) kebut lurus pada 20-21 April 2013 itu.

Pembatasan  starter hanya sampai 350 menurut Faryd salah satu cara peningkatan kualitas. Maksudnya seperti ini mas’e karo mbak’e, semakin banyak starter yang ikut, semakin banyak waktu yang diperlukan menjalankan seluruh kelas. Singkatnya hanya dua heat saja setiap kelas, tak peduli satu kelas diikuti 80 starter, yang diambil dari heat pertama hanya 16 starter tercepat untuk masuk heat final.

Juga TDR menetapkan aturan satu pembalap hanya boleh mendaftar satu di setiap kelasnya, di event lain boleh daftar lebih dari satu, “Meskipun hanya satu nama yang diambil tetap saja ini kurang adil untuk tim dengan budget terbatas. Seperti ini kan yang disebut kualitas persaingannya lebih baik,” tutur Faryd seperti sejalan dengan imbauan portal ini soal pentingnya sesi-sesi sebelum final agar waktu dicatat peserta maksimal.

Maka tidak perlu ada penyisihan Sabtu alias semua sesi akan dijalankan Minggu. Kan pemborosan waktu terjadi, selain jumlah starter adalah, joki yang turun lebih dari satu nomor di tiap kelas. Sebab  satu motor akan digilir ramai-ramai. Sementara motornya masih belum siap atau malah sedang line up dipakai joki lain. Itu kan membuang waktu. Maka join motor pun dibatasi, maksimal satu motor dipakai dua pembalap berbeda tiap kelasnya.

Sambil menghisap kretek asli Kudus, beberapa tim sudah terlihat berdatangan ke lokasi mulai Sabtu siang melakukan pendaftaran dan pemeriksaan teknik. Tapi ingat mas’e, merokoknya harus ditempat yang sudah disediakan alias smoking area, jika merokok di sembarang tempat akan di denda mas bro. “Aturannya ketat tapi mendidik, pendaftaran ditutup sampai dengan Sabtu sore, alasan apapun tidak akan membuat pendaftaran dibuka kembali,” ujar Vincent, pimpinan dari tim JFK Vincent Marcelio Frogs Amsoil Racing Team.

Itu kan untuk meningkatkan kualitas dari tim juga, balapan itu tidak ada yang main-main, maka harus disiapkan dengan benar, salah satunya tata cara pendaftaran. Dan harus dipahami,  memasukkan data pembalap dan tim membutuhkan waktu yang lumayan lama, kalau hari Minggu masih menerima pendaftaran tak heran akan banyak mesalah di kamar hitung atau timming mengenai data, itu juga membuang waktu kan.

Jika semua tertata baik, maka pembalap akan punya waktu yang cukup di lintasan, karena waktu yang dibutuhkan tiap kelas sudah ada durasinya. Bahkan peserta diberi waktu untuk memanaskan ban di waiting zone. “Jangan anggap sepele burn out (memanaskan ban) di drag, karena jika kompon ban belum mencapai suhu ideal, jangan harap bisa cetak waktu bagus,” sambar Cendy Gerry, pembalap dari tim TSS Adnoc.

Berarti pada pecahin rekor dong. Adit

BERITA TERKAIT:

Jelang Drag Bike TDR Kudus, Pori-Pori Aspalnya Mendukung Bikin Rekor

Jelang Drag Bike Kudus, Pakai Aturan Bobot Ringan

Jelang Drag Bike TDR Kudus, Palembang Dan Bandung. Rame Nih..!

BAGIKAN