nhk

Drag Bike; Trial And Error Setting Final Gear

 



ManiakMotor – Reduksi gigi  di drag bike tidak ada di dalam ilmu dukun alias tebak-tebakan. Harus coba terus dan terus dicoba alias trial and error. “Reduksi dari gigi ke gigi sebenarnya sudah diatur lebih dulu. Penentuan akhir di sirkuit pada final gear antara mekanik dan pembalapnya,” jelas Nanang Gunawan, ahli pembuat dan penghitung rasio dari MCC Jakarta.  

Gigi lu, eh, di drag bike memang sepintas eces-eces wae. Karena jaraknya hanya 201 meter, lurus pula. Tetapi, “Justru di situ tantangan dan kecermatan, karena sesama motor dekat waktunya. Harus menang teliti,” jelas Arif ‘Pele’ Wibowo, Sapuan, Bowo Samsonet dan Wawan Kristianto. Hayo, kredibilitas ketiganya sulit terbantahkan dalam menyetel motor lurus-lurus doang.

Ingat ketika Dwi Batank joki FU Solo minta mengganti rasio percepatan 4 di tengah lomba di Tegal, Jawa Tengah. Katanya saat itu, gigi 4 kurang ‘jalan’. Sedang mengatur perbandingan gigi dari sproket depan dan belakang, tidak ada lagi yang cocok. Cara satu-satunya belah girboks ganti rasio. Hasilnya, di lomba dua bulan lalu itu, FU Solo yang dikorek Wawan melejit. Berarti cermat antara joki dan mekaniknya. Persis cerdas cermat dan tepat yang akurat.

Tenaga pada mesin harus bisa disalurkan dengan pas ke roda. Itu tugas gir. Bila sudah di lapangan, yang memungkinkan diutak-atik adalah final gear. “Yang penting memperhatikan hitungan rasio pada girboks, bobot pembalap, lintasan, dan jarak sumbu roda,” sebut  Bowo Samsonet joki MC Racing sekaligus penyeting motor.

Bobot misalnya, Dwi Batank 35 Kg, ketemu 14/35. Tapi ingat, itu sudah satu hitungan dari susunan rasio.  Bila jokinya lebih berat atau  38 kg,  maka diubah jadi 14/36 alias lebih ringan 1 mata pada sproket belakang.

Sedang jarak sumbu roda, makin pendek jarak roda depan dan belakang, gir wajib berat. Tidak bisa dihitung di sini dan harus coba dan coba alias trial and erorr tadi. Semakin pendek sumbu roda, motor gampang oleng-oleng. Makanya diakali gasingan awal pada roda belakang yang diperlambat.  Memberatkan gir itu sama dengan memperlambat putaran awal roda, bro! Begitu sebaliknya.

Untuk matik bukan mata gir yang dihitung, tapi bobot atau gram roller CVT. Penentuan penggunaan roller berdasarkan karakter mesin setelah diboreup. Enak pada tarikan atas atau bawah? Kurang yahud putaran bawah, maka pakai yang 9 gram. Berarti memaksimalkan atasnya.

Jika puncaknya yang ‘jalan’ alias top speed, silakan pakai 7 gram yang lebih enteng. Ini seperti setting karbu yang minta pasokan bahan bakar,” sambung  Pele seraya menyebut roller yang spek racing lebih disarankan lantaran kualitasnya. Nah, ukuran 7 gram atau 9 gram tadi haru diuji dan diuji di lampu stopan di depan rumah.

Itu namanya riset yang melewati trial and error yang otomatis butuh dana. Sebab tidak ada yang namanya trial and success. Ardel, Adit

BERITA TERKAIT:

Banjir Jakarta, Mio Tercepat Drag Bike Kelelep..!

Drag Bike; Awas Suzuki FXR Abakura, Siap Tempur di FFA 2013

Satria FU Dikorek Bima Aditya (Pembalap IP), Bisa 7.585 Detik Di Drag Bike

Drag Bike 2013, 10 Tercepat Matik Tune-Up 200 Cc, Kelas Paling Rapat

Mesin DOHC Honda CB150R StreetFire Dan Suzuki Satria FU, Sama-Sama Efisien


BAGIKAN