nhk

FDR IRC NHK SSS Motor Subang (Seri 2): ‘Artis’ Membalap Pendongkrak Rating, Lebih Greget!

Kete-Rafid,Motoprix, Subang

ManiakMotor – Tampilnya Fitriansyah Kete (Sidrap Honda Daya KYT Nissin IRC Trijaya) dan Rafid Topan Sucipto (Yamaha Yamalube IRC KYT Syafina Racing Team) pada 2 FDR IRC NHK SSS MotorPrix (MP)  Subang, paling tidak mengangkat pamor kejurnas seri 2 region Jawa. Terlebih di kualifikasi Kete tercepat di MP1 (150 cc) dan saat balap podium pertama. Sedang Rafid start terdepan MP 2 (125 cc), sayang finish keempat.

Hadirnya kedua pembalap senior ini ada yang menilai sebagai kemunduran balap motor Indonesia. Kete punya pengalaman jawara Indoprix 125 dan 110 cc di 2014, sedang Topan jawara IndoPrix 150 cc 2015 dan berpengalaman main di supersport 600 cc di ARRC dan Moto2 (FIM CEV). Seharusnya mereka tidak lagi main di motoprix dan  memberi jalan kepada talenta muda.

Kete (kiri) dan Rafid Topan

Ahmad Jayadi, mantan pembalap top Indonesia punya pandangan lain. Baginya, kalo perlu ada 10 ‘Topan’ dan 10 ‘Kete’ yang ada di MotorPrix. Nah lo! Diakui oleh Adi-sapaan akrabnya-hadirnya rider senior sekelas mereka di MP saat ini bisa jadi magnet. Terutama menyedot animo penonton seperti di  Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jabar (30/4), tribun terisi penuh.

”Kembali  pada tim dan ridernya. Ada yang fokus pada pembinaan, tapi ada yang berorientasi pada prestasi guna angkat gengsi tim dimata sponsor,”lanjut Adi yang hadir di Subang soal balapnya Kate dan Topan.

Bagi Topan, balap adalah dunia professional. Level apa pun, prestasi  ‘taruhannya’ pada sponsor dan tim. Ia menunjukkan atraksi di MP1 yang nekat masuk di tikungan terakhir.  ”Itu teknik darurat, bisa dilatih tapi terlalu berisiko. Teknik yang dipaksakan dengan kondisi badan harus mengendalikan motor supaya ban depan dan belakang ngegrip lagi,” jelas Topan.  Justru kehadirannya bisa memotivasi dan inspirasi pembalap muda untuk mengalahkannya.

Itu pula yang diakui oleh Aldy Satya Mahendra (10 tahun), potensi belia yang juga adik kandung Galang Hendra Prtama, rider Yamaha Racing Indonesia (YRI). ”Senang kalo lihat mereka balapan. Teknik, semangat dan gaya balapnya memberi inspirasi,”ujar Aldy yang saat ini justru ber Kartu Izin Start (KIS) DKI itu. So, justru hadirnya mereka macam ‘artis’ pendongkrak rating. Setuju? Ardel      

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353