nhk

FDR IRC NHK SSS MotorPrix 2017: M. Adenanta Perkasa, Tiga Ramuan aRacer, FDR dan B-Pazz!

Adenanta, Motoprix, Honda Simpel

ManiakMotor –Tubuhnya mungil, tampil perkasa (baca: jawara). Dialah M. Adenanta, rider belia dari tim Honda Simple Concept Ole Bpazz KYT FDR sangat hebat di seri 2 MotorPrix Subang, Jabar (30/4) lalu. Dua kelas pemula B, yakni MP 5 (150 cc STD) dan MP6 (125 cc STD) disikat tanpa tersentuh lawan dalam 15 lap. Fisik yang kuat didukung ketahanan mesin dan ban jadi kuncian sukses pebalap potensial dibawah arahan Robby selaku manajer tim.

Adenanta didukung fisik yang bagus

Mesin yang prima disebutkan oleh Anto Fast Tech selaku kepala mekanik yang kawal Sonic 150 R (MP5) dan Blade KYZ (MP6)  karena setting perbandingan kompresi nggak terlalu tinggi dan mapping menyesuaikan karakter balap rider.  Adapun  perbandingan kompresi 12,5:1. “Jadi power keluar pada rpm yang sesuai, nikung nggak terlalu banyak koreksinya karena power besar di rpm bawah,”jelas Anto yang andalkan ECU aRcer dengan AFR 12,5:1.

Yes, ‘otak injeksi’ alias ECU yang dikawal oleh Ultraspeed itu memang punya keunggulan pada daya tahan. Pintar membaca perubahan pada cuaca ekstrem.  Dijelaskan oleh Anto lagi, rpm paling bawah 6 ribu, tapi rata-rata tikungan di rpm 8 ribu. Fokus setting di rpm 9 ribu s/d 11 ribu biar keluar power merata dan tidak menghentak. Dengan begitu, nggak ganggu pembalap saat rollingspeed. Kunci lainnya, untuk setting rasio gigi 3 dibuat lebih berat dibandingkan trek dadakan dari sebelumnya 20/30 jadi 21/31 di Sirkuit Gerry Mang, Subang Jabar.

Selain itu, Anto juga setting knalpot yang punya karakter kuat di rpm bawah-tengah. ”Knalpotnya pakai produk B-Pazz. Ukurannya, diameter leher 30 mm, diameter sarangan silenser 50 mm dan diameter tabung silencer 86 mm,”beber Anto yang andalkan ban FDR MP75.

Upss..ini ban andalan PT Suryaraya Ruberindo Industries (SRI) memang unggul di trek permanen. Tangguh di 12 variasi tikungan Gerry Mang dengan layout naik turun.Overall dengan semua set up tadi, membuka kans Nanta – panggilan akrab- kelahiran Magetan, 21 April itu sikat dua predikat juara nasional sekaligus. “Basic skillnya motocross mendukung stamina yang prima,”tutup Anto. Ardel

 

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353