nhk

FDR IRC NHK SSS MotorPrix Subang 2017: Aldy ‘Juara Tanpa Piala’, Juri Vs Pimpinan Lomba!

Aldy, motoprix, subang
Aldy Satya Mahendra in action

ManiakMotor – Setelah masalah kualifikasi MP1, kini muncul lagi protes di race MP 6 atau bebek 125 STD pemula B. Datangnya dari tim Sidrap Honda Daya KYT Nissin IRC Trijaya. Pembalap mereka Aldy Satya Mahendra sukses finish kedua, tapi tidak membawa pulang piala karena keputusan ‘kontroversi’ pimpinan perlombaan yang mendiskualifikasinya.

Aldy  didiskualifikasi  lantaran di 3 lap terakhir knalpot bagian pipa depannya patah. Rudi Hadinata selaku komandan tim melayangkan protes. Katanya, posisi knalpot tidak membahayakan karena tidak melebar dan masih ada pegangan alias pengait. Soal kondisi ini memang masih bisa diperdebatkan.

Kondisi knalpot motor Aldy

”Dalam penjelasaan saat uji lisensi teknik road race di Bandungan, Semarang beberapa waktu lalu dikatakan kalo road race knalpot patah saat race nggak papa selama masih nempel, tapi kalo grasstrack nggak boleh (diskualifikasi),”komentar Budi ‘Rinut’ Prasetya dari Semarang seraya menyebut yang memberi penjelasan itu Raymond Gunawan dari PP IMI.

Taufik, salah satu  dari tiga juri lomba coba meluruskan persoalan. Aldy didiskualifikasi karena tidak mengindahkan peringat bendera hitam jingga. Jadi, bukan  kondisi pipa yang patah seperti yang dimaksud. Nah, justru yang jadi ‘blunder’, pimpinan lomba mengeluarkan bendera hitam jingga di 3 lap terakhir tanpa disertai  nomor start.

”Jadi wajar saja tidak diindahkan dan kemudian keluar lagi bendera hitam sebagai tanda diskualifikasi. Soal bendera yang tidak ada nomor start ini yang saya serius permasalahkan. Dalam hal ini juri mengetahui dan menyadari semua ini kesalahan dari pimpinan lomba  akan tetapi kita sebagai tim dan peserta yang dirugikan, “sesal Rudi. Waduh! Ardel

BAGIKAN