nhk

FDR IRC NHK SSS MotorPrix Subang (Seri 2): MP1, Kete Buktikan Omongan, Adu Teknologi Suspensi

Kete, Motoprix, subang
Kete merasa stabil dan nyaman di tikungan

 

ManiakMotor –  Kualifikasi MP1 diikuti 24 starter jawara Jawa yang menuai protes, tak jadi diulang dan berdasarkan hasil sebelumnya.  Fitriansyah Kete yang menempati pole potition langsung mengambil inisiatif sejak awal lap. Sempat mendapat perlawanan ketat dari Boy Arbi (Honda Kawahara FDR FSCM KYTaRacer NGK), tapi  menyerah di lap ke-19 lantaran Sonic 150Rnya jebol.

Alhasil, Kete  (Sidrap Honda Daya KYT Nissin IRC Trijaya) finish pertama FDR IRC NHK SSS MotoPrix Subang Seri 2, Minggu (30/4). Ia membuktikan omongannya bahwa sirkuit Gerry Mang, Subang, Jabar dengan 12 variasi tikungan menguji performa suspensi. Utamanya, di tikungan ketiga dan terakhir, dua titik yang bisa bikin laju motor goyang dombret.

 

Suspensi Traxx D

Beruntung, Sonic 150R korekan Haris Shakti Wibowo akrab disapa Mlethiz itu disenjatai suspensi Traxx D (belakang). Perdam kejut teknologi Amerika itu, kata Kete asli enak diajak rolling speed dan putar balik, laju motor stabil. “Kompresinya 17 klik, rebound 16 klik, per 18 mm (medium),”rinci Mlethiz soal set up suspensi yang sudah dua tahun ini dibuktikan keunggulannya.

Suspensi depan, Mlethiz atur tingkat kekerasanya dengan volume oli  kanan 85 ml dan kiri 80 ml.  Sedang bodi disetel nyaman bagi joki saat rolling speed, footstep maju 2 cm, posisi jok diturunkan. Performa suspensi Traxx-D juga dibuktikan di MX King pacuan Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci) yang finish kedua setelah tarung ketat dengan trio MX King korekan Widya Krida Laksana yang dijoki oleh Wildan Goma, Willy Hammer dan Rafid Topan.

”Kompresi 10 klik, rebound 25 klik, per 13 mm (soft),”timpal Achos Lalang, pawang MX King Richard. Untuk set up engine, Mlethiz fokus pada konsep torsi. ” Efektivitas torsi dari RPM 8000-11000 menuju ke RPM 10.000 hingga 12.000. Match dengan tenaga puncak yang disetting pada RPM 13.600, “kata Mlethiz.

Untuk konsep torsi tadi harus diatur ulang dengan buka tutup kem, porting dan rasio. Power diefektifkan dengan setting rasio yang pas. Selain suspensi, Sonic Mlethiz dan MX King Achos andalkan WR Super Battery.  Begitu beber Anchos. “Suplai arus konstan untuk kebutuhan listrik pada sistem injeksi,”seru keduanya.

Posisi ketiga ditempati Wildan Goma. Ini adalah podium pertama rider asal Sulawesi itu sejak ke hijrah ke MP Jawa. MX King garapan Widya Krida Laksana itu andalkan suspensi Penske. Itu juga teknologi amerika. Mantap! Ardel

 

BAGIKAN