nhk

FDR IRS 2017 Sentul (Final), Sport 250 cc (Race 2), Tahun Depan Live Straming, Asal Ada Sponsor!

IRS Akhir 2017-250-1b

 

ManiakMotor – Cukup finish ke-7, Rheza Dhanica (Astra Honda Racing Team) memastikan gelar juara nasional sport 250 cc tahun ini. Rheza yang menggunakan CBR250RR korekan insinyur Jepang itu wajib finish dan mengantongi point minimal atau posisi ke-8. Itu jika Sudarmono (Astra Motor Racing Team Jakarta) atau Rey Ratukore (WR Super Battry Yamaha KYT TJMRacetech) meraih point 25 alias podium pertama.

Sebelum race 2 dimulai, Momon – sapaan akrab Sudarmono – menyodok Rey dan hanya tertinggal 19 point dari Rheza. Sedang Rey tertinggal 22 point. Apes bagi Momon 1 lap terakhir langkahnya terhenti, DNF alias don not finish. Rey sendiri hanya ke-3 dibelakang Gerry Salim (AHRT) dan AM. Fadli (Kawasaki Manual Tech). Rheza pun jawara.

Tiga merek berada di podium

Rey dengan YZFR25 korekan Leon Candra (Racetech) boleh runner-up. Itu dengan spek yang ‘kalah’ dibanding CBR250RR. “Tahun depan dipastikan lebih seru. Awal seri datar karena ada superiotas. Masuk seri ke-3 tim-tim sudah mulai menemukan arah setting yang tepat. Tiga seri terakhir ada sekitar 10 pembalap yang punya kans podium,” komentar Slamet Suroto yang mengaku  pengamat sekaligus bagian dari Astra Motor Racing Team.

Ninja 250Fi pacuan AM Fadli dan CBR250 RR Yassin Somma (Ultraspeed) dua di antara yang berprogress, “Awal seri memang ada adapatasi dengan kem dan rasio Australia. Selain itu, part masih sangat terbatas di awal-awal. Adan lagi, belum muncul aRacer yang RC-Super yang khusus buat CBR 250RR. Sekarang semua itu ada,”sambung Freddy Gautama, komandan Ultaspeed.

Hal serupa juga diungkapkan Rudyanto Wijaya, bos tim Yamaha TJM, “Saya rasa tahun depan bakal lebih kompetitif. Terlebih Kawasaki turun dengan Ninja terbaru yang memang punya keunggulan dibanding dua pesaingnya. Asal regulasi tidak usil diubah-ubah, persaingan bakal sengit. Maka dari itu, kami memang butuh rider yang siap berjuang memburu gelar juara nasional,” imbuh Rudy yang bangkotan di balap nasional.

Catatan juga bagi promotor,”Perlu inovasi agar event IRS tidak monoton. Biar penonton lebih ramai dan punya nilai jual. Live streaming bisa jadi pilihan, seperti di Cup Prix Malaysia, kalo pun levelnya dibawah sudah bagus. Ambil contoh yang kita lakukan, live instagram aja yag nonton antusias padahal hanya di 1-2 tikungan aja. Kalo saja bisa live streaming efek domino bagi sponsor tim,”imbut Totok-panggilan Slamet Suroto.

Ini dia yang ditunggu. Emang mengandakan alat itu nggak pakai dana. Sementara untuk tahun ini saja, sponsor event rada mandek. “Kalau ingin macam-macam, dirayu oleh tim sponsor pada tim masing-masing. Nggak perlu besar-besar, yang penting berpartisipasi. Terutama part racing yang sepertinya menghindar untuk sponsori event,” balas Stevi Gunawan, promotor IRS. Ardel

BAGIKAN