nhk

FDR IRS 2017 Sentul (Seri 5): Race Sport 150 cc, Turun Kompresi R15 Gupito Jaya!

IRS seri 5 2017-150 race

ManiakMotor – Rahasia bermain di Sentul Besar sejak zaman dulu bermain tinggi-tinggian putaran mesin. Belakangan dengan teknologi ECU dengan mapping yang canggih antara kompresi tinggi dan putaran mesin boleh dipadukan. Tapi tetap saja hukum motor bakar bicara.

Ngomong-ngomong Yamaha semua di podium

Dengan merendahkan kompresi putaran mesin hukumnya lebih banyak. Boleh dilihat pada Gupito Kresna (Yamaha Borneo Oryza) pada race-1 kejurnas FDR 150 cc dalam rangka ronde 5 IRS 2017 di Sentul International Circuit pada Sabtu 11 November 2017. Gupito bisa lebih jauh mengumpan perpindahan giginya. Di ujung-ujung lintasan motornya masih bergerak, tanda doski menang putaran mesin.

“Perbandingan kompresinya diturunkan, motor jadi lebih enak di atasnya. Kuat untuk mengejar sampai dekat tikungan,” beber Gupito yang kali ini main tanpa didampingi Bima Aditya, kakak sekaligus tuner pacuannya. Gupito kembali membuka persaingan dengan Richard Taroreh di klasemen, hasil hitungan sementara Gupito memperpendek selisih point jadi 22. “Power motor kalah kuat. Finish kedua sudah sudah cukup. Sirkuit Sentul Besar ini dengan mesin 150 cc, motor tetap yang utama,” timpal Topan yang tetap diposisi ke-3 klasemen.

Gupita dan Haikal (manajer)

Richard dengan YZFR15 (Yamaha Kaboci) korekan Achos Lalang  memimpin point  klasemen (131 point). Si Nyong ini coba main konstan di empat race sisa. “Sejak R3 last lap memang tertinggal, coba kejar sampai tikungan terakhir, tapi nggak dapat juga,” kata Richard yang harus puas finish ke-4 yang kembali diperpendek selisih point dengan Gupito.

Menarik di race 1 ini adalah hasil yang didapat Febrianus Balank, rider senior asal Jakarta itu start dari posisi ke-27 mampu finish ketiga. Dia dikualifikasi ada masalah dengan pengereman, setelah sempat jatuh di sesi latihan. “Motor saat race lagi top performa, awal-awal lap sudah bisa masuk barisan depan,” kata Balank yang menggunakan ZFR15 yang dipakai Reynaldhi ‘Rere’ Pradhana di seri sebelumnya.

Sebenarnya dari  10 lap pertarungan, ada peluang dari  Wahyu Aji Trilaksana (Yamaha ). Kurang dari setengah lap finish, rider asal Banyumas, Jateng itu sudah memimpin dengan jarak yang lumayan. Tapi sial bagi Wahyu, piranti injeksinya terlepas. Wahyu pun DNF alias gagal finish. Ternyata saat dilacak, R15 Wahyu juga menurukan kompresi? Ardel

BACA JUGA

Hasil FDR IRS Seri 5 Sentul, 11 – 12 November 2017

BAGIKAN