nhk

FDR IRS 2017 Seri 6 2017: Dicky Setiawan, Digabung Aturan Zaman Old Dan Now, Berduka Buat Bedor

Temu Kangen Zaman Old

 

ManiakMotor – Para senior temu kangen. Di sela ronde 6 atau akhir FDR IRS Sentul di sirkuit Sentul, Bogor, Jabar pada Minggu 10 Desember 2017, ada pertemuan para senior. Belum boleh disebut para mantan, karena masih ada beberapa yang masih aktif di balap motor, entah pemilik tim dan pengurus sekalian promotor. Yang jelas mereka yang pernah memengaruhi jalannya balap motor di Indonesia sejak era 80-an sampai sekarang.

Edmond dan Dicky. Dua senior sekali

Salah satunya Dicky Setiawan. Inilah juara nasional 1995 dan 1996 saat balap motor dari trek dadakan, semi permanen sampai permanen diakui sebagai kejurnas. Menurut Dicky harus digabungkan antara zaman old alias era dia dan sekarang atawa zaman now. “Kalau itu digabung, niscaya bibit-bibit tumbuh 10 kali lipat dari yang sekarang,” sebut Dicky.

Zaman old dengan  bebek yang dipertandingkan di pasar senggol menurutnya lebih meriah dari penonton dan peserta. “Zaman itu memang eforia balap motor jadi kejurnas. Juga aturan yang tidak terlalu mengikat pada umur. Promotor juga bisa hidup tidak terlalu kontrak-kontrakan dengan sponsor besar,” tambah Dicky yang diiyakan oleh Edmond Cho sebegai penyelenggara Temu Kangen.

Era Dicky memang hanya ada aturan soal yonior atau novice alias pemula dan senior yang selanjutnya dikenal sebagai seeded. Pemula, ya mereka yang baru ikut balap motor tidak kenal usia. Jika usianya 18 tahun baru ikutan, ya ke pemula. Lantas selanjutnya prestasinya yang menjadi patokan doski naik ke jenjang berikutnya.

“Lantas soal aturan mesin. Yang saya lihat kelas-kelas yang terjangkau justru dibatasi umurnya. Seharusnya agar tetap ramai, ada kelas khusus pembibitan dan kelas yang open dikejurnaskan dengan aturan lama. Saya yakin dengan penggabungan aturan itu, tidak akan menganggu penjejangan. Cuma intinya, para pengurus mau kerja lebih  nggak?” tambah Dicky yang di eranya bergabung dengan Suzuki Racing Team itu lewat Suzuki Tornado GS110 yang berkembang sampai RG-Sports.

Ngomong-ngomong turut berduka cita buat Mas Bedor. Inilah master pendesain sirkuit grasstrack, motocross dan road race di sirkuit dadakan. Bedor ini meninggal dunia pada 9 Desember 2017 di Solo, Jawa Tengah. Kegiatan Bedor sampai dia dipanggil di sisinya-Nya bersama Faryd Sungkar Managemen yang saat ini mengelola Hionda Dream Cup. Miolo


Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353