nhk

FDR-NHK MotoPrix 2016; Kiprah FDR, Kuasai MP 1 Semua Region, Ini Rahasianya!

 

ManiakMotor Di ajang motoprix, MP 1 atau bebek 150 cc seeded bisa disebut kelas paling ganas saat ini.  Disebut ganas lantaran ikut sertanya tiga pabrikan. Yamaha mengandalkan MX King, Honda dengan Sonic 150R dan Suzuki menurunkan All New FU 150, berarti perang teknologi injeksi. Perseteruan ada di semua region, mulai Sumatera (1), Jawa (2), Bali, NTB, NTT (3), Kalimantan (4), Sulawesi (5) dan Maluku-Papua (6). Di balik persaingan pabrikan ini, juga berkompetisi  antarpabrikan ban yang mensupport tim-tim di  semua region tadi.

Lantas, siapa yang unggul. Ternyata, tim-tim yang disupport  FDR. Biasalah, ban andalan segala motor, gitu loh. “Posisi di MP1 ada di atas semua region. Masih ada beberapa seri, tapi optimis bisa kunci juara umum di MP 1. Sebab sejak kelas 150 dibuka waktu masih ada IndoPrix, kami telah memulai pengujian dan pengembangan,” bilang Totok Hariyanto, Staff Promotion Analysist PT Suryaraya Ruberindo (SRI) produsen FDR. Mantap! Pastinya, region Jawa paling menyita perhatian. Walau baru memainkan dua seri, dan 16-17 Juli besok sebagai  seri 3 di sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Jogja.  

Squad Honda Kawahara FDR NGK dengan andalan Boy Arbi memimpin klasemen sementara. Serunya, di dua seri sebelumnya, yakni di Malang (16/4) dan Serang (15/5)  berlangsung dengan atmosfir yang berbeda.  Malang basah dan Serang kering.  

Saat main di Malang, aku justru pakai ban tipe kering FDR MP27.  Masih aman untuk trek basah, hanya bawanya juga disesuaikan. Menikung tidak  terlalu rebah buat jaga traksi ban dengan aspal, tapi badan narik motor agar bisa belok. Juga karakter motor Honda Sonic 150R lebih smootdi putaran bawah jadi tidak liar jika keluar tikungan,” ujar Boy Arbi. 

Padahal, untuk trek basah ada tipe FDR MP76. “Untuk pilihan tipe ban pembalap punya pertimbangan masing-masing. Khusus MP76 dilengkapi dengan teknologi A-quo D yang bisa memberikan daya cengkram maksimal saat kondisi basah. Ditambah dengan teknologi DC Tech yang menggabungkan dua material kompon sehingga menghasilkan ban yang memberikan kestabilan dan daya cengkram,” jelas Totok. 

Pun begitu di Serang, “Tetap dengan MP 27. Profilnya bagus, komponnya juga awet. Cocok dengan model sirkuit pasar senggol dengan pelek 160 belakang dan 140 depan,”komentar Alfiansyah akrab disapa Aconk, mekanik yang kawal Sonic 150R Boy Arbi. So, menarik pembuktian selanjutnya!

Lalu, bagaimana dengan beberapa region lain? “Hingga dua seri jalan masih memimpin, tapi point memang masih rapat. Tetap dengan FDR MP27, cocok untuk sirkuit permanen meskipun karakter aspalnya kurang bagus,” ujar Iwan Susilo, manager ART Kalimantan Barat dengan pembalap Yossie Legowo dan Dya Udud. 

Juga dengan region Sulawesi, “Kontak area ban ke aspal yang luas memberikan daya cengkram maksimal. Juga kompon lunak bikin daya cengkeram maksimal. Bentuk profil ban membuat para  pembalap bisa bermanuver dengan aman,” komentar Andi Farhat (ART Sulsel) yang pimpin klasemen region 5 saat ini.

Tuh kan! Ardel 

BACA JUGA

MotoPrix, Drag Bike, Grasstrack 2016: Para Mekanik Papan Atas Jogya Ngumpul. Ini Isu Hangatnya 

FDR-NHK MotoPrix 2016; Seru…!!!Persaingan MP1 Memanas Di luar Sirkuit, Set Rasio Vs Blok SRP (Update) 

FDR-NHK MotoPrix 2016, Yamaha Putra Anugrah (YPA) Tambah Amunisi Pemula. Siapa…Ya?

FDR-NHK MotoPrix 2016 Sumatera; Hebat…!! Tim Privateer Canasta RBRT Beri Perlawanan Tim Pabrikan, Ini Rahasianya!

BAGIKAN