nhk

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang Seri 2; Honda Sonic 150R Si Boy Mengamuk Di MP1, Tragedi Kabel Bodi

ManiakMotor – Partai ‘panas’ MP1 (bebek 150 cc seeded) harusnya duel indah, karena berharap ketat. Terutama dari  Boy Arbi yang pakai Honda Sonic 150R dan Syahrul Amin  yang pakai Yamaha MX-King. Tensi i itu boleh dilacak dari sesi kualifikasi yang keduanya hanya beda tipis 0.059 detik. Boy yang sebagai pole potition dan Amin di grid 2.

Benar saja, saat race beberapa lap awal keduanya saling temple dan telikung. Aksi keduanya menjadi daya tarik pada race pembuka di seri 2 FDR-NHK MotoPrix Jawa. Event yang juga disokong SSS Excel Asia Takasago ini digelar di sirkuit KP3B Curug, Serang, Banten (15/5). Keduanya punya misi yang beda, Boy jaga konsistensi, Amin jaga gengsi. Seri 1 lalu di Malang, Jatim dalam kondisi trek tak normal Boy juara. Sementara Amin, harus menelan pil pahit lantaran tergelincir di awal lap (wet race).

Amin baru saja 5 lap, kurang ‘amin’.  MX King korekan Widya Krida ‘GDT’ Laksana yang digebernya terhenti mendadak. Trouble berarti! “Ternyata kabel bodi yang terhubung injector bermasalah. Risiko sistem injeksi yang serba elektronik yang intalasi kabel-kabelnya masih banyak custom,”kesal Novi Endaryono, komandan tim Amin bernaung alias Yamaha Bahtera NHK.

Sejak itu kosentarasi penonton pada perebutan posisi kedua. Lantaran Boy mulai ada gap hingga 5 detik dengan rombongan belakang. Posisi kedua saat itu ada Anggi Permana (Sidrap Honda Nissin Trijaya). Sial juga bagi Anggi, “Hufft… ada kabel bodi yang terlepas yang menghidupkan kelistrikan ECU BRT Juken 3.Tak hanya Anggi tapi juga Ahwin. Padahal, performa  motor lagi oke,” kata Hariz Shakti Wibowo alias Mlethiz, tuner tim yang dikomandoi Rudi Hadinata itu.

Hasil akhir, Boy Arbi, Tomy Salim (Yamaha Putra Anugrah)  dan Dicky Ersa (Yamaha Bahtera). Artinya, Sonic 150R memipin dari dua MX King. Apa rahasia motor si Boy? “Dibanding seri 1, ada kenaikkan horse power dari 27,6 HP naik 28 HP lewat perubahan dimensi silinder,” ujar Noviansyah alias Acong serya menyebut ECU aRcer double injector.

Disebutkan juga fine tuning set up sirkuit antara lain AFR 11,4, flow rate 97 (in) 65 (ex) dam  ignition 39°. “Kuncinya konsisten jaga ritme rpm dan racing line. Lepas start memang harus langsung di barisan depan. Kebetulan, grid start  dan motor sanggup untuk merebut posisi tersebut,” imbuh Boy. 

Selamat deh bro! Ardel

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Serang, Banten 14 – 15 Mei 2016

FDR-NHK MotoPrix Serang 2016 Seri 2: MP1 (Bebek 150 Cc TU Seeded), Fine Tuning ECU

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang (Seri 2): QTT MP2 Ditiup Throttle Body SYS

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang (Seri 2), ECU BRT (Juken 3) VS aRacer (RC1 Gold)

MotoPrix-Motocross 2016, Protes ‘Curi’ Umur, NISN Solusinya. Gimana tuh?

BAGIKAN