nhk

FDR-NHK MotoPrix 2016 Solo (Seri 6): Wah Si Kancil Tak Cuma Jago ‘Curi Ketimun’, Pecahkan Telur Juga

Road race, motoprix, solo, kancil, manahan

ManiakMotor – Pembalap Asep ‘Kancil’ Maulana asal bandung, Jabar bikin kejutan. Tampil di kelas MP1 (Bebek 150 cc seeded) ia langsung naik podium kedua. Lho, kok dibilang kejutan. Harusnya, podium pertama, dong. Disebut kejutan karena ini podium pertama Kancil dan juga tim privatir Kedung Mulyo Klaten Hoho Racing yang baru tahun ini tampil di kancah nasional MP Jawa. Ternyata, cerita Si Kancil tak Cuma jago ‘mencuri’ ketimun, tapi juga bisa pecahkan  telur.

Kancil yang memacu MX King korekan Yusuf Nugroho alias Hoho memang konsisten fight di barisan depan sejak awal lap. “Meski kondisi trek basah, tapi kali ini performa motor

Road race, motoprix, solo, manahan, kancil
Kancil beraksi sama sang ‘raja’

memang lagi oke. Satu sisi memang main tanpa beban, fokus untuk bisa podium di dua seri sisa,”ujar Kancil yang mampu mengatasi permainan impresif duet Ahwin Sanjaya dan Anggi Permana (Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya).

Pastinya, selain power yang bagus, hasil ini juga tak lepas dari keandalan ban FDR MP76 yang dipilih. Macam  Sonic 150R Boy Arbi yang ditopang oleh performa prima ban produksi PT. Suryaraya Ruberindo Industries (SRI) itu. Bedanya, Kancil pilih FDR MP 76 memang yang punya spesifikasi untuk trek basah.

kancil dan kliker Hoho
kancil dan kliker Hoho

”Ban ini  dilengkapi dengan teknologi A-quo D yang bisa memberikan daya cengkram maksimal saat kondisi basah. Ditambah dengan teknologi DC Tech yang menggabungkan dua material kompon sehingga menghasilkan ban yang memberikan kestabilan dan daya cengkram,”sambung Totok Haryanto, dari FDR.

Hasilnya?Kancil memang stabil jaga racing line di trek basah. Bahkan start dari posisi ke-11 terlihat beberapa kali berani dan percaya diri menyalip lawan di dekat mulut tikungan.

Secara spesisifikasi Hoho menyebut ada perubahan dibanding sebelumnya.”Utamanya, penyesuaian karakter sirkuit, yakni pada rasio gigi 1 dan 2 dibuat lebih berat dengan kombinasi final gir 13/37. Untuk mapping ECU justru dengan settingan kering pada AFR 12,8:1, flow rate 230 cc/menit,”jelas Hoho yang juga tenar di balap karapan alias drag bike seraya sebut TB (Throttle Body) pakai UMA 32 mm reamer jadi 33 mm.

Menarik ditunggu kejutan Kancil lagi seri final MP Jawa 12-13 November mendatang di alun-alun Wonogori, Jateng. Buktikan! Ardel  

BAGIKAN