nhk

FDR NHK MotoPrix 2016 Solo (Seri 6): Wahyu Nugraha Kawinkan Gelar (MP3/MP4), Jupie Z 5TP!

Road race, MP, Solo, Manahan, MotoPrix, Wahyu

ManiakMotor – Wahyu Nugraha, pembalap dari tim Yamalube Bien Racing WHK 35 NHK FDR RRS ZZ menunjukkan prestasi luar biasa di ajang FDR NHK MotoPrix 2016. Tampil di seri 6 di sirkuit Manahan, Solo (22-23/10), ia berhasil memenangkan kelas MP4 atau Bebek 110 cc Pemula dan merebut gelar juara umum. Meski masih ada satu seri, pointnya sudah tidak mungki terkejar.

Sukses ini telah mengawinkan gelarnya, yakni juara umum MP3 (Bebek 125 cc Pemula) yang sudah lebih dulu diraih Wahyu di seri 5 di Subang, Jabar (16/10). Hasil ini jadi prestasi special buat tim asal Bogor dan sekaligus mampu mempertahankan tradisi jawara Jawa, setelah tahun lalu juara di MP1 melalui pembalap Reynaldi Pradana.

Roada race, MP. Motoprix, Solo, Manahan, Subang, Wahyu
Meski masih ada satu seri, point MP4 Wahyu sudah bisa terkejar

“Ini semua berkat kerja keras tim. Strategi hadirkan mentor dan pelatih fisik berbuah positif. Mekanik pun sukses jaga performa pacuan sejak seri awal,”bangga H. Budi ‘Bien’ Bulkaini,   pemilik tim.

MP, Motoprix, roadrace, manahan, solo, Wahyu
Wahyu Nugraha dan tropi MP4

Kehebatan Wahyu menaklukkan sirkuit Manahan berkat polesan Reynaldi Ratukore selaku mentor dan Gandung Darmoko sebagai pelatih fisik. Keduanya berkolaborasi mengatur strategi rider. “Sebelum race ada kabar Wahyu bakal jadi ‘target’. Boleh jadi ini cara lain untuk jatuhkan mental. Makanya, di awal lap saya instruksikan untuk tidak ngotot dulu, terutama di R1. Terbukti ada kemelut dan Wahyu lolos, berikutnya tinggal konsisten di racing line dan jangan lakukan kesalahan,”ujar Rey.

Hasil ini sekaligus memupuskan harapan Idris SM   (Shakespeare 45 Daytona) jaga kans hingga seri final di Wonogiri, Jateng (12-13/11) mendatang. Idris yang sebelumnya hanya terpaut 2 point justru terlibat kemelut di awal lap dan gagal finish.  Sementara M. Erfin Firmansyah (Sidrap MPM Honda KYT Nissin IRC Trijaya) yang sebelumnya terpaut 19 point hanya mampu finish ke-4 alias sudah selisih 31 point.

Soal capaian prestasi ini, tentu bisa jadi inspirasi dan motivasi bagi tim-tim lain. Utamanya, bagaimana peran mentor dan pelatih fisik mereka. “Jadi persiapan dan evaluasi setiap seri

Roada race, Motoprix, MP, Manahan, Solo, Wahyu
Berhasil pertahankan jawara Jawa

dilakukan secara menyeluruh. Motor disiapkan optimal tapi rider tidak skill up, sama aja bohong. Rider ada progress dari mental, fisik dan skill, performa motor juga imbangi,”papar Rey dengan bendera Rey Racing School (RRS).

”Tahun depan bersiap adaptasi dengan teknologi injeksi. Tantangan yang harus dijawab pada kepercayaan yang diberikan sponsor kami,”tutup Pak Haji sumringah.Yes, tahun ini tim yang dikawal Zainul sebagi chief mechanic masih andalkan Jupiter Z 5TP alias karburator. Maka menarik ditunggu sepak terjang mereka di injeksi musim depan.  Ardel 

BAGIKAN