nhk

FDR-NHK MotoPrix 2016 Subang (Seri 5); Milik Z1 Amin, Resep Atasi Chattering. Apa Tuh?

Road Race, Motoprix, MP2,Subang, sentul

ManiakMotor – Skill halus yang mengantar tiga pembalap naik  podium di MP 2 (Bebek 125 cc Tune up Seeded). Ketiganganya sanggup meluncurkan motornya tanpa getaran roda depan saat masuk tikungan. Juga tanpa goyang-goyang saat keluar tikungan. Pokoknya mereka bisa bikin mulus.

Begitu yang terpantau di race MP2 di Sirkuit Gerry Mang, Subang, Jabar (16/10). Ini seri lima MP Jawa. ”Menariknya pertarungan di MP2 pada set-up suspensi untuk menaklukan karakter sirkuit naik turun model stop and go. Bila berhasil menyetel sokbreker pada tikungan terakhir (R14), niscaya pada area lain juga enak. Kalau setelannya tepat di R14 bisa masuk cepat dan keluar cepat. Tapi rata-rata justru alami gejala chattering,” kata Robert Chong, sebut saja dia pengamat karena sudah lama sekali berkecimpung dengan balap motor. Dia pernah jadi mekanik papan atas, sekarang jadi tukang mapping ECU dan juga pengusaha komponen racing.

Road race, motoprix, MP2, balap motor, subang
Syaruh Alim paling minim gejalah chattering

Seperti disebut tadi soal getaran yang menurut Robert chattering yang beda dengan slidding. Ya iyalah. Bila pegas, sirkulasi oli dan preload sokbreker kurang tepat, getaran muncul saat terjadi kompresi memanjang (rebound) dan memendek (bound). Terjadinya saat motor direm (suspensi depan) dan belakang ketika akselerasi.  “Nah itu dapat mengganggu  pebalap,” analisa Ko Robert – sapaan akrab pria asal Batam itu.

Nah, dalam 20 lap pertarungan Syahrul Amin (Yamaha NHK Nissin Bahtera RT) memang paling minim pada  gejala itu, ”Dalam hitungan saya dia hanya  alami 2-3 kali saja, itu pun dari suspensi depan.  Set up suspensi belakangnya lebih optimal,” ujarnya.

Road race, motoprix, balap motor, MP2, SubangBenar saja, Syahrul Amin kembali membuktikan kehebatannya di MP2 dengan Yamaha Jupiter Z1 injeksi. Amin yang juga memimpin klasemen ini menggunakan sokbreker Penske.

Beda dengan sokbreker yang dipakai pada korekan Haris Shakti Wibowo alias Mlethiz yang Traxx-D. Itu Honda Blade KYZ yang dibawa Ahwin Sanjaya (Sidrap MPM Honda Nissin Trijaya) di podium kedua yang juga nyaman. “Pre load disetting high 8, low 11 dan rebound di klik  kanan 14 dan kiri 15,” ujar Mlethiz.

Road race, motoprix, balap motor, MP2, suspensi, edit
Susspensi belakang Traxx D-edit

Lalu bagaimana dengan Wawan Hermawan (Astra Motor Racing Team Jogya) di posisi ketiga? “Jangan lupa, di tikungan seperti itu injeksi lebih halus dibanding karburator. Tnggal cara bawanya saja dibikin lebih halus lagi untuk mengurangi getaran,” ujar Wawan yang pakai Blade KYZ garapan Muflianto akrab disapa Anto Fast Tech.

Oke deh! Ardel

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Subang (Gery Mang), Jabar 15 – 16 Oktober 2016

 

 

 

 

BAGIKAN