nhk

FDR-NHK MotoPrix Malang (Seri 1): Trik Wawan Di Lintasan Basah, Final MP2

 

ManiakMotor-Wawan Hermawan (Astra Honda Racing Team) Jogja, antusias bercerita aquaplaning. Tahu kan apa itu aquaplanning? Istilah itu mendadak ‘tenar’ lantaran beberapa kelas kejurnas dalam kondisi wet race. Jadilah, seri perdana MotoPrix (MP) Jawa di sirkuit Kanjuruhan, Malang, Jatim (17/4) milik petarung yang punya spesialis basah.

Boy Arbi (Honda) di MP 1 adalah salah satunya.  Nah, Wawan bicara aquaplaning sesaat setelah finish MP 1 (underbone 150 cc seeded). Katanya, ini kondisi ‘luar biasa’, jadi kudu cerdas memainkan ritme pacuan. Baginya, bisa masuk 11 pembalap yang bisa finish di MP 1 sudah lumayan. Apalagi, “Start dari posisi 14, tapi performa motor memang belum optimal. Coba bertahan hingga finish demi point, beda cerita bila kondisi trek normal,”ujar Wawan dari paddock ART.

Wawan hanya bilang  aquaplaning itu aspal dilapisi air. Karena dia nggak lanjutin lebih dalam, ya diteruskan oleh portal ini. Aguaplaning antara ban dan aspal kehilangan kontak akibat lapisan air. Air ini memberi tekanan pada ban alias mengapung. Karena mengapung jadinya licin. Licin ya mudah jatuh.  Menghindarinya salah satunya penggunaan ban basah yang memiliki kembang. Kembang ini yang memecah air agar terhindar dari aquaplaning.

Juga cara balap. Jangan sampai rem mengunci dan akselerasi kudu halus. “Itu yang saya lakukan di MP2 (underbone 130 cc seeded). Juga menyetel ulang ECU aRacer agar lembut. Sayang di MP1 setelan ECU aRacer ini tidak keburu diubah, hujannya mendadak. Final MP2 lebih berat, hujan lebih lebat,” jelas Wawan yang asal Ciamis yang Honda Blade Injeksi yang dikorek Mufliyanto alias Anto Fast Tech.

Wawan yang juga jadi mentor di WH19 Racing Academy itu, bilang, jangan mengubah gaya saat lewati aquaplaning. Bukan pula menurunkan rpm, kalo itu sama saja engine brake yang juga roda akan mengunci. “Stabilkan saja pada rpm yang pas,”lanjut Wawan sambil sebut FDR MP 76, ban yang berperan menghantarkan doski podium terhormat.

Wawan juga soroti penampilan Ahwin Sanjaya (Sidrap HondaTri Jaya). Katanya Ahwin pembalap muda potensial. Wawan sendiri mendapat perlawanan ketat dari rider asal Makassar, Sulsel itu.  Seolah tak peduli dengan hasil MP1, dimana dia sebenarnya punya kans memberi kejutan di penampilan perdanya di seeded. Soal kenapa peluangnya hilang di MP 1, boleh buka lagi, ttp://maniakmotor.com/index.php/roadraces/motoprix/11468-fdr-nhk-motoprix-2016-malang-seri-1-race-mp1-wet-race-sonic-150r-vs-mx-king-150-all-fdr-champions.

“Lepas start, Ahwin ke-1, Wawan ke-2. Sempat saling overtake, lap ke-12 Ahwin out, Wawan pimpin. Lap ke-16, rombongan belakang makin dekat, sampai akhirnya Ahwin bisa diambil alih oleh Syamsul, jadinya Wawan-Syamsul-Ahwin begitu formasi hingga lap ke-21. Masuk lap ke-22, persnelling Syamsul trouble, jadinya Ahwin kembali ambil posisi ke-2 hingga finish,”ungkap Suroto, Manager ART Jogja soalnya jalannya lomba. 

MP 2 tiga podium mutlak milik Honda. Menarik, lantaran bakal bikin persaingan di dua kelas seeded pasti makin panas di seri 2 (Serang) mendatang. Squad Yamaha yang seolah tanpa lawan tahun lalu bersiap membalas. Mantap! Ardel  

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Malang, Jatim 16 – 17 April 2016

Hasil MotoPrix Muara Tebo, Jambi 17 April 2016

FDR-NHK MotoPrix 2016 Malang (Seri 1); Race MP1 Wet Race, Sonic 150R Vs MX King 150, All FDR Champions!

FDR NHK Motoprix 2016 Jambi: Antara Pabrikan Dan Privateer

FDR-NHK MotoPrix Malang 2016: QTT MP1 (Underbone 150 Seeded) Sonic 150R Tercepat, Ditempel MX-King, Ke Mana Satria F150?

BAGIKAN