nhk

FDR NHK Motoprix Region 1 Seri 3 Muara Tebo, Jambi: Di Sana MX-King Yang Menang Di MP1

ManiakMotor –  Sesi final seri 3 FDR NHK Motoprix region 2 (Sumatera) di sirkuit Muaro Tebo, Jambi, sesuai prediksi QTT. Didominasi tim privateer alias perorangan di MP1 (Bebek 150 cc TU Seeded). Itu kelas yang lagi rame, karena diikuti bebek gress di line-up 150 cc di pasar umum. Sayang di Sumatera, All New Suzuki Satria F150 belum kelihatan. Jadinya hanya Yamaha dengan MX-King dan Honda dengan Sonic 150R.

Renggi Lukmana (Canasta RBRT NHK) dengan MX King sulit dilewati pembalap Pabrikan Honda dan Yamaha sekalipun.  Pembalap asal Sijunjung, Sumbar ini cerdik dengan strategi mematok 80% power mesin motornya, sampai lap ke-18. Renggi konstan dan ‘santai’ ngegas MX King-nya. “Dengan main begini saja sudah menang, buat apa mati-matian,” terang Rengggi yang mengangkat MX-King dibanding di Jawa dikalahkan Sonic.

Bagi Renggi yang penting kecepatannya konsisten setiap lap. Karena sejak awal didukung set-up yang tepat. Contoh MX King hasil garapan tuner Endut Pusaka dari Yogyakarta ini, memakai gir depan 14 dan belakang 49. Porsi gir disesuaikan dengan kebutuhan jarak antar tikungan. “Jarang sampai ke gigi lima, kebanyakan mentok gigi empat,” jelas Pak Endut yang hadir di lokasi.

ECU yang mereknya dirahasiakan katanya disetel posisi menengah dengan tipe Renggi yang halus. “Strategi saya di final beda dari QTT. Walau mesin bisa digeber 15.000 rpm, tapi jarang dipakai sampai mentok. Setelah di atas 18 lap baru saya naikan untuk memperpanjang jarak dari pembalap di belakang, sambil menghitung kekuatan daya tahan mesin,” ujar Renggi yang MX-Kingnya meninggalkan Ivon Nanda (Honda Kita-Kita) sekitar 5 detik saat finish. “Di ronde 3 ini memang nggak ketemu settingan yang cepat akselerasinya,” jujur Ivon.

Sedangkan MP2 (Bbebek 4T 125 cc TU Seeded ) dan MP 4 (Bebek 4T 125 cc TU Pemula A) dikuasai pembalap asal Tim Suhandi Padang 88 NHK Sari Murni. Dimas P Aditya jago di MP2 dan dan  Agung Septian di MP4.”Dimas dan Agung memang dibekali perbandingan gir berat, walau sirkuit naik-turun, tapi kebanyakan menurun. Bahkan kontrol udara diberi setengah putaran dari jatah warming up. Suhu  dan kelembaban di paddock dan trek sangat berbeda, patokannya  trek,” jelas Trembhis, tuner Tim Suhandi Padang 88. MM

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Muara Tebo, Jambi 17 April 2016

Hasil MotoPrix Malang, Jatim 16 – 17 April 2016

FDR-NHK MotoPrix Malang (Seri 1): Trik Wawan Di Lintasan Basah, Final MP2

FDR-NHK MotoPrix 2016 Malang (Seri 1); Race MP1 Wet Race, Sonic 150R Vs MX King 150, All FDR Champions!

FDR NHK MotoPrix 2016 Malang (Seri 1): Race MP6 Adenanta Vs Rifky, D45 Racing School!

BAGIKAN