nhk

FDR-NHK MotoPrix Serang 2016 Seri 2: MP1 (Bebek 150 Cc TU Seeded), Fine Tuning ECU

ManiakMotor – Fine tuning ECU jadi salah satu penentu di era balap injeksi. Mekanik ditutut cermat dalam set up atas pertimbangan macam karakter sirkuit, cuaca dan kelembaban. Dalam hal ini AFR (Air Fuel Ratio) jadi patokan.

“Kali ini setelan AFR 12,4:1 dan angka itulah patokan pasti perbandingan udara dan bahan bakar. Di Serang ini karakter sirkuit stop and go, tapi ada juga lintasan lurus yang panjang,” sebut Suhartono alias Kupret pada Sonic 150R yang dipacu oleh Boy Arby dari Honda Kawahara FDR. Sonic itu tampil tercepat di sesi kualifikasi MP1 (bebek tune up 150 cc sseded) dengan catatan 51.459 detik.

Cerita itu ada di seri 2 MotoPrix (MP) seri 2 di sirkuit KP3B Curug Kota Serang Banten (7/5). MP di Banten ini tidak seperti biasanya di Maulana Yusuf, Serang yang sudah umum buat balapan bebek. Tipikal sirkuit turun-naik dengan panjang 1.1 km. Ciri khasnya kiri dan kanan lintasan ada trotoar. Ya iyalah, sirkuit dadakan alias pasar senggol.   

Sirkuitnya juga banyak putar balik dan dominan trek lurus hampir 300 meter, “Jadi karakter power harus dibangun lengkap, putaran bawah dan atas. Susah kan?” timpal Widya Krida Laksana, tuner Yamaha NHK Bahtera RT sembari membuka lap top memperbaiki kurva-kurva penyetelan ECU aRacer-nya.

Membaca karakter sirkuit juga  penting dalam tuning, “Memang set-up berubah total. Dimulai dari rasio dan final gir. Gigi 2 dan 3 dibuat lebih ringan untuk stop and go. Karena ada trek lurus panjang, 3 ke atas dibikin sedang sampai berat, final gir 14/42,” timpal Gendut yang memanfaatkan teknologi pengindraan jarak jauh untuk data trek. Alhasil, MX King yang digas Syahrul Amin, menempal ketat Boy Arbi diposisi kedua, hanya beda 0.052 detik. Mantap!

Data sirkuit makin mutlak dibutuhkan, karena pertama untuk kejurnas dan waktu sesi latihan yang singkat. Benar-benar dadakan deh. “Sesi latihan bebas hanya 10 menit. Itu pun baru bisa Sabtu. Jadi, final tuning dari data yang terbaca di sesi latihan penentu kualifikasi dan dari kualifikasi masih dicari lagi kelemahannya,” timpal Sanul, kliker MX King Aditya Anugrah (Yamalube Mandiri Bien WHK35 FDR).

Nah, beberapa tuning membuka limiter rpm mesin, mengatur debit semprotan bahan bakar, mengatur kurva pengapian dan sebagainya. “Bukaan gas-nya diatur pada 50%-100% yakni +0.05. Debit semprotan bahan bakar (10.250 rpm-14.000 rpm) 0.03 (3.25 jadi 3.28),”rinci Hariz Shakti ‘Mlethiz’ Wibowo, tuner Sonic 150R Anggi Permana (Sidrap Honda Tri Jaya) pada software utak-atik ECU Juken 3.

Bagaimana hasilnya? Ardel   

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Serang, Banten 14 – 15 Mei 2016

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang (Seri 2): QTT MP2 Ditiup Throttle Body SYS

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang (Seri 2), ECU BRT (Juken 3) VS aRacer (RC1 Gold)

MotoPrix-Motocross 2016, Protes ‘Curi’ Umur, NISN Solusinya. Gimana tuh?

FDR-NHK MotoPrix 2016 Serang (Seri 2), ECU BRT (Juken 3) VS aRacer (RC1 Gold) 

BAGIKAN