nhk

FDR-NHK MotoPrix Solo (Seri 4) Jelang:  Z1 Amin Paling Stabil (MP 2), Ini Khasiatnya!

Roaad race, Motoprix, solo, Bahtera, syarul Amin, MP2

ManiakMotor– Jupiter Z1 yang dipacu Syarul Amin dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera di MP 2 atau bebek 125 cc seeded konsisten mendulang point penuh. Catatan portal ini, dari empat kali bertarung, hanya sekali saat di seri Malang, Jatim gagal dapat point 25. Kala itu, Amin podium ketiga dengan kondisi trek basah.

Konsistensi di sini  pasti terkait dengan daya tahan. Utamanya berhubungan dengan ketelitian clearance. So pasti, tim sekalas Bahtera punya mekanik top Widya Krida Laksana alias Gendut sanggup menghandle masalah itu. Lalu, apa kunci konsistensi yang lain?

Road race, MP2, MotoPrix, Solo, Jogya,
Tampil konsisten, buktikan di Solo

“Basic mekanikal sangat terbantu dengan Z1 Jepang. Jadi, tinggal dikembangkan dengan dasar dari sono-nya udah bagus,”buka Robert Cong, analisis yang langganan di portal ini. Bukan tanpa alasan, lantaran Mr. Cong-begitu sapaan akrabnya- tahun ini juga terlibat dalam pengembangan. Utamnya, peningkatan performance yang naik drastis dengan aplikasi TB (Throttle Body) label SYS (30 mm).

Road race, motoprix, balapan, Bahtera, Solo, Jogya, Syahrul
Throttle Body SYS

Diklaim aplikasi itu dongkrak tenaga kisaran 1,5 HP.  “Posisi injectornya berada di TB. Jadi leluasa mengatur posisi TB. Juga buka tutupnya model koin atau kupu-kupu (butterfly),” tambah Robert, pemegang distributor SYS Indonesia sembari bilang model butterfly lebih responsif.

TB SYS tadi dikawinkan dengan ECU aRacer RC dengan berbagai macam keunggulan. ”aRcaer stabil sampai garis finish artinya nggak berubah-ubah settingannya. Lalu,

Roadrace, Motoprix, MP2, Solo, Jogya, Bahtera
Syahrul (kiri) dan Gendut

andalkan system close loop melalui sensor O2 AF1 aRacer. Sistem itu antisipasi perubahan AFR. Misal awalnya kita set AFR 13,5 tapi kemudian terjadi perubahan cuaca yang tidak menentu AFR berubah jadi 14. Dengan close loop dia akan otomatis kejar 13,5 lagi dan mesin tetap akan bertenaga,”bilang Freddy Gautama from Ultraspeed distribur aRacer.

Memang sih, ECU ini bukan spek Z1 tapi melainkan pakai basic R15. “Base map nya pakai R15, yang beda dengan basic Z1. Mapping ikut sesuaikan,”timpal Gendut yang andalkan suspensi belakang Penske itu.  Ya, sok produk Amerika itu memang mampu stabilkan laju Z1 Amin di segala kondisi trek, permanen atau dadakan. Ok, kita tunggu pembuktian konsistensi lagi di FDR NHK MotoPrix Minggu ini di sirkuit GOR Manahan Solo, Jateng. Gasss! Ardel

BAGIKAN