nhk

FDR NHK SSS MotorPrix 2017 Tasikmalaya: MX King Vs Sonic150R, Tipis Aje, ECU aRacer Aki WR!

MP tasik 2017-1a

ManiakMotor – Tenaga rata-rata Yamaha MX King dan Honda Sonic di MP1 bermain 31-an horse power alias daya kuda. Itu dari standar yang di rumah sampeyan sekitar 15 hp. Tipis aje memang tenaganya setelah dikorek tingkat dewa untuk ukuran Indonesia. Sama-sama menggunakan ECU aRacer yang memanajemen tenaga.

MX King Topan

Saat kualifikasi MP1 pada acara FDR NHK SSS MotoPrix 2017 region Jawa di sirkuit Bukit Peusar, Tasik, Jabar pada 29 Juli, time menjadi tipis-tipis. Skill jokinya juga beti ya beda-beda tipis. Mereka sudah terlatih memainkan Bebek 4T TU 150 cc Seeded. “Hasil dyno 32 dk. Selain ECU aRacer, sekarang pakai aki WR,” kata Mlethiz dari Honda Trijaya yang menukangi Sonic. “Punya saya sekitar 31 dk dengan ECU aRacer juga,” timpal Widya Krida alias GDT dari Yamaha Bahtera juga mengelus MX-King tim Yamaha Syafina.

Sonic ditune Mlethiz tercepat dengan pembalap Fitriansyah Kete yang sangat enjoy mengendalikan bebek. Dia memang pembalap bebek. Kete mencetak best time 1 menit 02.077 detik. Tapi muncul Rafid Topan yang membawa MX-King dengan 1:02.156 alias hanya terpaut 0.079 detik dari Kete.  Tipis kan…!

Tipis juga dengan yang ketiga di sirkuit yang turun naik tersebut ditempati Willy Hammer dari Yamaha Bahtera. Sstt..posisi selanjutnya sampai ke-12 mencetak di 1 menit 2 detik-an. Bah, beda sehelai rambut dong, tipis juga.

Sonic Kete

Tenaga tidak beda jauh setelah dimodif ala MP1, lalu ada ECU aRacer yang lengkap fiturnya. Ingat ya, mapping aRacer ini dikenal mudah dikembalikan (reset) pada std, bila yang customnya gagal dipetakan. Luar biasa… “Sebenarnya motor ada kenaikan power 0,7 dk. Itu didapat dari piston UMA dengan kawinan ECU aRacer,” tambah Mlethiz yang bernama lengkap  Haris Shati Wibowo yang mengaku set-up motornya belum final alias masih bisa ditingkatkan, wah jangan sampai beda jauh, nggak tipis lagi.

“Perubahan signifikan pada velocity yang dibuat lebih panjang. Kebutuhan gas speed terarah ke throttle body,” terang GDT pada MX King Topan yang seolah nggak mau kalah. Tentu ogah kalah sebelum bendera kotak-kotak dikibarkan tanda race berakhir. “Menit-menit akhir memang main aman, penentunya pertarungan Minggu. Pole potition pun tak ada hadiahnya, kecuali macam di IP (IndoPrix) dulu,” sungut Topan yang dapat wild card AP250 ARRC di Sentul Besar nanti.

Kalau di ARRC bukan dapat wild card, tapi bayar, haha… Ardel

BACA JUGA

Hasil MotoPrix FDR NHK SSS Bukit Peusar, Tasikmalaya, Jabar 29 – 30 Juli 2017