nhk

FDR NHK SSS MotorPrix 2017 Wonosari: Seteru Underbone (2T 110 cc TU), Goyang ‘Soimah’ Kandaskan ‘Aura Kasih’!

Soimah, Underbone, Motoprix
Underbone 'Soimah' dengan konstruksi knalpot yang beda

ManiakMotor – Aura Kasih yang kutilang (kurus tinggi langsing) tampak kalem, sesungguhnya liar dan sulit dikendalikan. Sementara Soimah yang lebih pendek, ternyata lembut main di bawah dan ganas di atasnya. Ketemu dalam satu arena, justru Soimah yang hebat.

Maaf! Jangan ngeres dulu, ya. Dua nama di atas bukan artis papan atas. Aura Kasih julukan underbone yang dipacu Adi AW dari Rehobar Racing Team (Semarang), sedang Soimah sapaan bebek yang dipacu Dedy Feremadi D2T SART CV. Pitulung. Keduanya bertarung di kelas Bebek 2T 110 cc TU (Underbone) pada  FDR NHK SSS MotorPrix (seri 6) di Sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta (24/9).

Adi AW yang begitu yakin ‘Aura Kasih’ mampu berjaya dikandang sendiri, justru gagal total lantaran alami trouble. “Ini underbone benar-benar baru jadi dan langsung di support Soimah lewat Koko, suaminya. Sebelumnya punya yang standart,” ujar Dedy yang diangguki Dendit Wibowo, juru korek dengan D2T Racing Team.

Dari 16 starter yang bertarung di kelas ‘legenda’ itu, Dedy yang pole position mendominasi balapan. “Karakter powernya lembut di bawah, tapi galak di tengah-atas. Pas keluar-masuk tikungan terlihat smooth, tapi powerfull di trek lurus,” puji Dedy (36 th), rider senior Yogyakarta dengan predikat juara nasional yang sanggup lawan pembalap muda seperti Irvan Riyadoh (Kebumen).

Underbone Dedy bisa ganas, seperti dibilang Dendit, pembedanya pada konstruksi knalpot. Hitungan teknisnya diameter perut 118 mm, diameter leher 36 mm, panjang silencer 220 mm. “Data itu jadi penentu karakter motor,” tegasnya seraya merinci porting eksos 26 mm, bilas 39 mm dengan kompresi 13,2:1. Pantes underbone Soimah sulit ditandingi. Ardel

BACA JUGA

http://maniakmotor.com/hasil-motoprix-wonosari-jogja-23-24-september-2017/

BAGIKAN