nhk

FDR NHK SSS MotorPrix 2017 Wonosari: ‘Trgedi’ Kualifikasi, Awass..Tipikal Trek Torsi!

MP Jogja 2017-MP1-b

ManiakMotor-Seyemm! Willy Hammer (Yamaha Yamalube NHK IRC DID NGK Bahtera RT) nyaris not classified alias nggak lolos kualifikasi MP1 (150 cc seeded). Ada 10 starter yang harus gigit jari lantaran nggak bisa ‘uji nyali’ pada FDR NHK SSS MotorPrix (seri 6) di sirkuit Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakrata (24/9).

Willy cetak 45.643 detik dan menempati grid paling buncit (24), sedangkan Fitriansyah Kete (Sidrap Honda KYT Nissin IRC Trijaya) pole potition dengan 44.255 detik. Di antara 10 rider yang nggak lolos itu, ada duet GCX Racingteam Ultraspeed FDR, Wahyu Widodo dan Diaz Kumoro Jati.

Tim asal Jakarta membawa dua spek motor yang beda, Honda GTR 150R dan Yamaha MX King. GTR dipacu Wahyu Widodo dan MX King oleh Diaz. “Hampir nggak percaya, kalo nggak lolos. Ini pil sangat pahit,” ujar Putu Indra Wijaya akrab disapa Gicox owner tim yang menduga gagalnya Wahyu dan Diaz lantaran minim data. “Jum’at nggak ada latihan, Sabtu juga baru dibuka trek jam 2 siang. “Minggu warm up sekaligus kualifikasi, ini harus jadi catatan bagi IMI dan promotor untuk sekelas kejurnas,” tegas Gicox yang dari ekspresinya memang kecewa.

Slamet Suroto akrab disapa Totok, manager Astra Honda Racing Team (ART) Yogyakarta menyoroti hal yang sama. “Kalo soal minim data, tinggal kesiapan tim. Terpenting adalah menyangkut standart penyelenggaraan event yang harus diperbaiki. Schedule yang sudah standart, seperti Jum’at latihan, sabtu kualifikasi harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai,” jelasnya.

Tuh! Dari hasil kualifikasi terlihat dominasi Sonic 150R. Dua Sonic 150R pacuan Fitriansyah Kete (Honda Trijaya)  dan Wawan Hermawan (ART Yogya) menempati posisi 1-2. Posisi ketiga ada MX King Richard Taroreh (Yamaha 549 Kaboci). Dibanding seri sebelumnya, Sonic 150R pacuan Wawan, paling mengejutkan, ”Ada perubahan besar pada kompresi, velocity stack dan knalpot. Efek terbesarnya dari riset knalpot,” beber Muflianto alias Anto Fast Tech, kliker Sonic 150 R Wawan Hermawan.

“Tipikal treknya cocok buat Sonic yang torsinya lebih kuat. Hasil riset terbaru dengan knalpot Bypazz torsinya naik sekitar 0,5 di rpm 8000-10.000,” terang Anto Fast Tech. Haris Shakti Prabowo alias Mlethiz, juru korek Sonic 150R Kete jugha menyebut soal torsi. “Dari total 5 tikungan, ada 2 tikungan putar balik yang sempit dan butuh torsi kuat,” bilang Wawan Hermawan. So, siapa yang terbaik di seri ini? Kita tunggu! Ardel

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Wonosari Jogja 23 – 24 September 2017

BAGIKAN