nhk

FDR NHK SSS MotorPrix Subang 2017: Kualifikasi MP 1 Menuai Protes Berat!

Kete MP Subang 2017
Kete yang tercepat

ManiakMotor – Bermain dalam dua kondisi trek yang beda, kualifikasi MP1 atau underbone 150 cc seeded menuai protes. Diikuti 40 starter, QTT (Qualifyfing Time Trial) MP1 pada seri 2 FDR NHK SSS MotorPrix (Jawa) dibagi jadi dua rombongan yakni 15 rider dan 25 rider.

Rombongan pertama dimainkan dalam kondisi trek yang masih lembab lantaran sebelumnya diguyur hujan. Ban dianggap belum bisa mencapai panas ideal. Rombongan kedua kondisi treknya lebih kering. Alhasil, catatan waktu rombongan pertama dan kedua terpaut hampir 1 detik.Hendra Axo dari tim MPRT DMS WRC Titan JMR Ziktan Bellindo Mimaki AJS28 yang tercepat di rombongan pertama hanya 58.379 detik dan ke-18.

Atur suspensi

Bandingkan dengan Fitriansyah Kete (Sidrap Honda Daya Trijaya) pencetak best time rombongan kedua 57.249 detik. Terpaut 1 detik koma 130 seken. Dalam perebutan 24 grid, selisih itu signifikan. Hingga berita ini diketik, Arifin Subhan salah satu juri dari PP IMI yang ditunjuk mengabarkan, belum ada keputusan atas protes itu. Isi protesnya minta kualifikasi ulang untuk rombongan pertama.

Terlepas dari itu, karakter sirkuit Gerry Mang Subang, Jabar menguji performa suspensi. Layout sirkuit dengan panjang 1000 meter dengan variasi 5 tikungan kiri dan 7 tikungan kanan. “Layoutnya banyak yang minta akselerasi kuat. Juga naik-turun dan itu menuntut suspensi yang optimal, utamanya pada R3 dan R terakhir,” komentar Kete yang menegaskan dua tikungan itu tadi jadi kuncinya.

Ngomongan set up suspensi (belakang) maka ada kompresi dan rebound. “Kompresi klik ke-10, rebound di klik 25, per dengan panjang 12-13 mm,” beber Haris Shakti Wibowo akrab disapa Mlethiz kiliker Sonic 150R yang dikebut Kete menggunakan monosok Traxx-D. Untuk suspensi depan disetting tingkat kekerasan dengan atur volume oli, “Kanan 85 ml dan kiri 80 ml, dibuat lebih keras,” lanjut Mlethis.

“Selain suspensi, manajemen ban juga tak kalah penting. Tipikal treknya menguras ban terutama di speed corner. Irama gas harus benar-benar diatur,” timpal Yoga Adi Pratama (SOF Minangkabau Bethar CLD IRC NHK FSCM 7 Berlian) yang menempati posisi kedua.
Ok deh!

Tapi soal kualifikasi itu, semestinya diulang karena kondisi sirkuit yang berbeda. Itu sih saran aja. Ardel

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Subang, Jabar 29 – 30 April 2017

BAGIKAN