nhk

FDR NHK SSS RCB MotoPrix Subang 2018: Aturan Kuota Grid Setiap Kelas Nggak Jelas

ManiakMotor – Bukan hanya soroti MotoPrix (MP) di Subang, Jawa Barat pada 14 – 15 April 2018. Tapi, sejak kapan semua kelas di MP ada pembatasan kuota grid? Saat ini bukan hanya MP1, sampai MP6 pun hanya boleh ada 24 peserta yang ada di grid. Itu dari hasil kualifikasi.

Herannya para peserta termasuk di region Jawa, pasrah saja dengan aturan tersebut. Padahal mereka melek akan aturan, “Setahu saya aturan ini dimulai dari IndoPrix agar saat balapan tak kusut. Itu pun tak mutlak. Misalnya di sirkuit permanen boleh di atas 24 grid dari hasil kualifikasi,” kata Fitriansyah Kete yang diangguki oleh Anggi Permana, pembalap Astra Motor.

Fitriansyah Kete. Setahu dia soal quota dari IP. Itu pun hanya kelas puncak

Begini bro. Tuntutan MP1 atau MP2 memang kelas profesional. Mereka mempertaruhkan nama tim, nama sponsor, nama pabrikan dan diri sendiri. Yang mereka pikul banyak saat balapan. Jadi butuh tingkat keamanan yang kudu tinggi.

Di sisi lain soal kecepatan motor. MP1 dan MP2 mesinnya korek habis yang lebih ‘liar’. Sedang kelas di bawahnya seperti MP5 dan MP6 hanya standar korek. Termasuk perlakuan pada lawan, “Seeded saat lihat pembalap di depan bukannya mengerem, tapi malah mengejar. Beda dengan kelas pembibitan, ada musuh di depan mereka akan mikir rem. Ditambah pula speksifikasi yang berbeda,” tambah Kete yang setuju soal kuota ini diatur ulang.

Kemarin di Subang, termasuk kelas pemula B macam MP5 dan MP6 yang cuma bisa 24 grid. Di atas itu atau urutan 25 ke bawah sesuai kualifikasi, didiskualifikasi. Mereka hanya datang bayar pendaftaran Rp 820 ribu ikut free practice dan QTT, ya pulang. “Saya baru sadar juga. Ini masukan, kasihan juga yang datang hanya ikut QTT, padahal tujuannya untuk jam terbang,” kata Arifin Subhan yang termasuk aktif di Biro Olahraga Roda Dua PP IMI yang hadir di Subang.

Aturan ini pun ambigu. Katanya buat safety. Tapi saat peserta membludak misalnya sampai 36 starter seperti di Subang kemarin dilepas semua ketika QTT. Itu kan sama bahaya juga seperti alasan pembatasan 24 peserta boleh di grid saat lomba, “Sebenarnya hal ini sudah pernah saya beri masukan. Tapi apalah saya,” bilang Erol NHK, sebuat saja namanya begitu, lantaran saban MP dia hadir bawa-bawa helm NHK.

Aturan ini muncul dari MotoGP yang gridnya hanya diisi 24. Dan itu hanya MotoGP. Supporting race seperti Moto3 dan Moto2 di atas 40 peserta pun masih dilepas. Karena syaratnya hanya dikalikan 107 persen dari hasil tercepat kualifikasi. “Masukan yang mantap sebenarnya. Tapi nanti diajukan ke bagian yang menanganinya di PP IMI,” kata Dadang Kibot yang di Subang ikut mengatur jalannya balapan. Miolo

BACA JUGA

Hasil MotoPrix Subang, Jabar 14 – 15 April 2018

 

 

BAGIKAN