nhk

FDR Sidrap Night Race 2016: Ban FDR FR75 Yang Favorit, Familiar Buat Kete

ManiakMotor – Ban FDR yang ban segala merek motor itu, mendukung SidrapPrix atau Sidrap Night Race (SNR). Pada 30 – 31 Juli lalu, SNR yang pasti main malan sudah seri kedua yang berlangsung di Sirkuit RMS Puncak Mario, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Selain mendukung juga pengetahuan buat FDR khusunya pengembangan ban. Maklum SNR diadakan malam yang punya cuaca dan suhu lintasan yang berbeda dengan siang. “Ada 91 peserta di FDR Sidrap Prix ini dan rata-rata menggunakan tipe  FDR Sport FR75,” jelas Totok Marketing PT. Suryaraya Rubber Industries perusahaan yang meriset dan memproduksi ban FDR.

Menurut pembalap dan Totok sendiri, FR75 yang model slick tire itu pas dengan karakter sirkuit Puncak Mario. Senyawanya dengan aspal lebih banyak saat motor tegak dan miring. Selalu dapat grip bahkan di kelas Bebe 150 cc 4T yang powernya sudah di atas 30 dk.

Fitriansyah Kete yang juara SNR1 (Bebek 150) dan SNR2 (Bebek 125) ternyata sangat familiar dengan FR75. Katanya itu ban punya akurasi handling yang terukur. Maksudnya bisa dibuat lincah saat manuver dan motor tetap di jalurnya.

“Sejak 2008 di ARRC saya menggunakan FR75. Ban ini makin dapat grip saat tempratur lintasan meningkat. Di Sidrap walau malam, suhu aspal tetap tinggi di atas 40oC,” sebut Kete yang memperkuat tim dari Papyua itu di SNR.

Ban Sport FR 75 merupakan ban racing bagian dari generasi FDR yang diperuntukan untuk road race. Kan ada Sport XT, Sport XR, Sport MP 27, Sport MP 57, dan Sport MP 76. “FR75 memang aslinya untuk sirkuit-sirkuit yang panjang. Dindingnya kuat memegang aspal dari bobot laju motor, akselerasi dan pengereman. Itu dalam keadaan menikung dan tegak. Kan setiap generasi selalu ada pengembangan dan selalu dikembangkan setiap saat,” tambah Totok yang rajin datang ke event itu. Ya itu karena memang tugasnya.

Sebagai gambaran saja, FR75-lah yang selalu mencetak best time baru di setiap sirkuit yang bentuknya sama. Misalnya seperti rekor di Kenjeran, ya itu FDR yang memulai. Lalu di Sentul Kecil, juga FR75 yang memulainya dengan time sekarang bermain 55 detik sekali putaran. Catatan seperti itu sudah sama dengan era underbone 2T di Sentul kecil yang dulu semata-semata didorong mesin yang kuat. Sekarang sebagian besar oleh kompon ban FDR, wuihhh… MM

BACA JUGA

FDR-NHK MotoPrix 2016: Yamaha Adhi Motor, Mantap! Tahun Perdana Double Winner

FDR Sidrap Night Race 2016 Seri 2: MX King Bungkam Sonic 150R, Kete Jagonya

Hasil FDR Sidrap Prix Seri 2, Sidrap, Sulsel 29 – 31 Juli 2016

FDR Sidrap Prix 2016 Seri 2: MX-King Papua Superpole, Powernya 31 HP, ECU BRT

FDR-NHK MotoPrix 2016: Soal Skorsing 3 Tahun, Ini Jawab Eddy Horison

Antusiasnya Pemotor Ganti Ban FDR Pada FDR On The Road Selama Ramadhan

BAGIKAN