nhk

Final Indoclub Championship Sentul Kecil 2019: RX-King Super Pro Juara Semua-Muanya Rere

Maniakmotor – Indoclub Final Round 2019, Race RX King Super Pro 140CC berlangsung sangat sengit di Sentul Kecil, Bogor pada Ahad 8 Desember 2019. Diawali mendung dulu untuk race-1 makanya para joki memilih setelan lebih kering pada campuran bahan bakar dan udara-nya. Beda dengan race-2 yang cuacanya lebih rata. Kedua race ini dijalani 15 lap oleh 20 starter.

Rere juara umum RX-King Super Pro sekaligus juara dua race

Tapi juara dua race itu Reynaldi Pradana yang membela B-PAZZ Racing Team dengan RX-King berwarna kebiruan. Kalau ngomong Rere sih sudah ‘penunggu-nya’ Sentul Kecil, “Asli race-1 saya nyaris nggak finish. Motor sudah berat, karena kekeringan setelanya. Saya kira mendung terus, eh ternyata malah panas menyengat. Di race 2 cuaca lebih bersahabat,” kata Rere yang sekaligus juara umum di kelas bergengsi diputar Indoclub tersebut.

Rere di race-1 sempat ditempel musuh bebuyutannya Wawan Wello dari Aqiela ABRT20 Racing Team. Namun Wello yang suara knalpotnya ABRT20 bangat itu, karena memang pipa pelepas gas buangnya racikan ABRT20 terjatuh di lap 12.

“Salah perhitungan. Saya kira sudah bisa overtake tapi ternyata belum pas momentnya. Sehingga harus mengerem mati dan low side. Race 2 juga sial. Padahal motor sangat siap. Tenaganya tersedia,” sebut Wello yang kecewa akan performanya.

Race Rere sempat tercecer ke posisi 9. Tapi seperti tadi – penunggunya Sentul Kecil dia – mampu bermain konstan. “Persaingan tambah seru, karena aspal Sentul tambah rusak. Sulit  bisa kabur sendiri. Untuk mengatasinya harus atur ritme dari awal hingga lap terakhir,” tambah Rere yang anak Tangerang, Banten.

Rere (171) sedang memimpin

Menurut Rere dia baru set-up motor dari hari Jumat. Katanya, motornya nggak kencang-kencang amat. Malah katanya masih banyak RX-King lawan jauh lebih kencang. Tapi, dia  tahu kondisi lintasan yang racing line tepat sulit dipakai, karena sudah pada keriting.

Kejadian pada Ervantona dari Aqiela ABRT20 yang sempat memimpin selama 11 lap.  “Di awal sudah sangat baik. Namun di akhir lap ada kendala dari sokbreker yang seperti mati,” kata Ervantona.

Ya itu, lintasan rusak. MM

BACA JUGA

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /home/maniakmo/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 353