nhk

Fino Owners Indonesia, Jalan-Jalan Lagi

 


ManiakMotor – Sebelum puasa Fino Owners Indonesia (FOI) pernah melakukan turing Jakarta-Kediri, Jatim. FOI kembali menguji ketangguhan matik ke Sawarna – Bayah dalam dua hari. Ini dalam rangka libur lebaran. Dalam perjalanan itu ada sih motor yang rontok, namun berhasil diatasi.

FOI menjelajah kecil-kecilan dan ramai-ramai Jakarta-Sawarna-Bayah, 24-25 Agustus 2012.  Disebut kecil-kecilan, karena beda dengan perjalanan Kang JJ alias Jeffrey Polnaja yang banyak sponsor untuk keliling dunia. Perjalanan FOI, bensin saja BS-BS alias bayar sendiri-sendiri. “Sering sih ke Pelabuhan Ratu, tapi biasanya diboncengin,” ujar suara merdu dari rombongan FOI. 

Namanya merdu bukan suara laki-laki, itu suara perempuan. Namanya si Tessa anggota FOI yang ikut rombongan menyetir sendiri. “Kali ini ada klub lain seperti  JJC, JNC, & YMML yang ikut,” kata Tessa. Sengaja dia yang dimintai keterangannya, lantaran merdunya. 

Tessa bagian dari 17 personel rombongan. Pemimpinnya Achobule sekaligus dedengkot FOI. Sebelum berangkat doski yang memberi pengarahan. Katanya, “Mari berdoa, karena itu yang lebih penting dalam perjalanan,” ajak Acho sembari memberi pengarahan tata cara touring. Wah, hebat, masih bisa berdoa. 

Jakarta – Pelabuhan Ratu sangat sepi, apalagi jalan malam. Maklum habis lebaran. Perjalanan lancar dan di meeting point 2 di POM bensin Cibadak melakukan refuel pada pukul 03.30. Rombongan  beristirahat sejenak sambil menunggu langit terang. Sarapan semangkuk bubur ayam cukup ganjal perut mereka. 

Langsung  cabut ketika ayam mulai berkokok (tapi bukan dari bubur ayam), tanda matahari akan terbit. Jalur Cikidang yang dipilih sebagai alternatif Cibadak – Pelabuhan Ratu. Kali ini Pelabuhan Ratu hanya dilewati, karena begitu ramainya yang berlibur ke sana. 

Jalan keriting menyambut selepas Pelabuhan Ratu. Tapi lunas oleh indahnya alam  sepanjang jalanan. Sampai di Bayah sudah agak siang dan mencari penginapan dan makan siang. 

Abis itu, langsung menuju Pantai Sawarna. Jalan yang sepenuhnya pasir pantai memaksa tunggangan dan pengendara bekerja keras. Maklum belum terjamah, “Jalan masuknya hanya  jembatan gantung yang sempat membuat jantung berdegup,” jelas Acho dengan gaya khas yang nggak ada matinya.

Tamat sudah perjalanan kali ini, teman – teman dari JJC, JNC dan YMML sudah lebih dahulu pulang ke Jakarta pada pagi hari. Setelah briefing dan berdoa berangkat menuju Jakarta.

Baru berjalan 10 menit masalah menimpa salah satu anggota rombongan, jarangnya bengkel yang buka harus membuat Yodi & Tyo yang bertugas sebagai sweeper men-jejek / setut ( dorong motor pakai kaki ) dari Bayah sampai Pelabuhan Ratu dengan jarak 50 km dan kontur jalan yang naik turun. Beruntung ada teman – teman dari Mamank Racing yang membantu  gantian mendorong. Never ending brotherhood on the street.

Sampai Cibadak rombongan terpecah dua karena lalu lintas padat. Dua orang yang telah sampai meeting point terakhir di POM bensin Jambu dua Bogor, harus balik lagi ke daerah Batu Tulis. Di sana masalah kembali menimpa rombongan. “Perjalanan kali ini cukup memberikan pelajaran. Makanya pentingnya kesiapan  fisik rider dan tunggangan,” wanti Acho.

Ei, ei, Mbak Tessa nggak apa-apa kan? Salam ya dari maniakmotor.com. Tyo FOI

BERITA LAIN:

Klub Fino Lahir Sebelum Motornya Dijual

Lapak Fino Owners indonesia Paling Bagus

Modifikasi Yamaha Fino, Pilih Bolt-On Yang Benar

Perjalanan Jakarta-Kediri Klub Fino


BAGIKAN