GDT Racing Jajal Rpm 14.500 di Subang! Dikit-Dikit Kepentok Putaran Mesin, Ternyata Langsung Utak-Atik Part ini

Maniakmotor – Biasanya power dulu yang dilacak baru rasio untuk road race. Percuma tanpa tenaga, rasio dibikin berat. Mesinnya nggak bisa narik, bro. Ibarat otot sudah tersedia, tinggal suka-suka sampeyan bikin kombinasi reduksinya.

Mau ringan, mau berat dan pokoknya sesuai karakter sirkuit, agar tenaga pas pada gigi yang disukai. Giginya saat dipindah juga tak tanggung dengan jarak antar tikungan.

Tapi beda dengan cerita Mas Gendut saat ini, yang kudu menyesuaikan batasan tenaga. Baru beratnya gir rasio yang dicocokkan.

Jangan sepelekan. Perbedaan Limitter yang sampai 1.000 RPM, itu terasa bingitz. Ini diceritakan Gendut alias Widya Krida Laksana yang sudah memakai limit 14.500 RPM di YM UDRM Road Race Subang, 2024 kemarin.

Di beberapa segmen sirkuit Subang misalnya, joki sempat jadi ambigu. Karena dengan gigi yang sama, motor jadi cepat terkena batas Limitter alias putaran mesin itu.

Namun kalau gigi dinaikkan, otomatis ya tenaga jadi loyo. Karena rupanya Settingan mesin GDT Racing untuk Mx Kingnya di part lain masih sama seperti dulu. Wajar, kan nunggu finalisasi regulasi IMI 2024.

Setting mesin yang menyesuaikan ECU Aracer itu emang tricky, tapi untuk Gendut sih ini perkara waktu saja sampai bisa menemukan Settingan yang pas. Tuh kemarin sudah ada yang mulai di utak-atik.

“Final Gear diubah mas, soalnya di tikungan terakhir dan pertama itu terasa banget ngelimitnya. Makanya agak sedikit kami beratin eh ternyata masih belum pas juga,” ujar Gendut.

“Otomatis, bener kata mekanik-mekanik lain mas. Harus pintar-pintar mainin perbandingan rasio, dan itu kemarin sudah mulai ketemu,” sambung Gendut.

Tapi namanya ECU aRacer, sensitif akan perubahan lokasi. Belum lagi final gir berubah 1-3 mata.

Pastilah mapping ulang. Mapping itu kalau di karbu sama dengan menyetel spuyer untuk bahan bakar sekalian udaranya. Itu sudah pasti.

Kalau tidak, motor nggak akan terbirit-birit bro. Namun, mengenai bagian-bagian lain dari motor, Gendut yang masih memakai part lama itu belum bisa banyak berbicara.

Wong yang dipakai doi masih sama kayak tahun lalu kok. Itu kalau bicara dari velocity, trotthle body, Intake runner, hingga kepala silinder alias headnya.

“Ya cuma lihat data dicocokkan aja mas dengan Settingan rasio tadi. Selebihnya belum ada yang diubah,” tutur Gendut.

“Tapi dari sini kita jauh lebih pede untuk kedepannya. Mulai tahu lah mas bakal riset di mana laginya,” pungkas Gendut yang akhirnya cerita musim 2024 ini.

Gendut pastinya akan bergulat alias meriset motor-motornya untuk regulasi Oneprix 2024 mendatang.

Anaknya mas Gendut makin ngacir di Lintasan

Oh iya, ngomong regulasi Kejurnas 2023 juga masih akan ada beberapa pengubahan. Makanya seperti Gendut yang memakai part mesin lama adalah hal wajar.

Kan gak mungkin riset sedalam-dalamnya kalau regulasi belum tentu. Mari kita tunggu.

RAIDER