nhk

Modifikasi GL-Pro, Hypermotard Rangka Tubular

 


ManiakMotor – Hypermotard adalah tipe motor dual purpose, siap dibanting, jatuh, sikat jalan keriting dan asoy di jalan halus. Beda-beda tipis dengan adventure. Membangun modifnya harus punya hitungan akurat. Apalagi bahannya dari Honda GL-Pro ‘96. Jika salah, bisa jadi hanya adventure yang didapat. Bisa pula malah penggaruk aspal doang. Atau  Dua-duanya gagal. Bencong dong…

Motor begitu minim bodi. Rangka bagian dari penampilan dan kekuatan. Pada GL-Pro ini,  pipa-pipa ¼ inci dirangkai sejak dari komstir, semacam rangka tubruk kelar (tubular) yang dimiliki Ducati. “Dasarnya memang Ducati Hypermotard. Rake pada komstir GL-Pro dipermak dan diubah sudutnya,” cerita tukang sulap rangka dan bodi dari Kebagusan, Jakarta Selatan. Bah, dari kawasan ini siapa lagi kalau bukan si Cornellius Topo Goedel Atmodjo yang punya Tauco Custom. Mantap kali nih orang…

Konstruksi bawaan rangka GL-Pro cruiser, sudut rakenya terbuka. Aslinya dicipta untuk kompetisi cari duit di jalan umum. Tugasnya angkat sayur, pikul jergen minyak goreng dan ikan asin. Wenak, lapar! Lalu diubah ke motor arena. Paling tidak untuk arena dipandang saja. Kalau dibawa betulan ke arena pandang pasir, mendingan yang aslinya.

Praktis. Tetapi, seperti dibilang tadi, builder memaksa rangka standar ke bentuk jauh dari aslinya. Ampun, rangka GL-Pro dibabat! Karena yang dikejar sudut rake trail, untuk jadi dasar motor dua arena. Sudut rakenya dibikin lebih tegak. Ya, dipotong dan ditarik ke belakang.

Yang pasti dilas ulang. “Saya maunya begitu. Motor dua kebeutuhan!” seru Jika Rata, anak muda yang punya motor dan punya nama lain dari yang lain. Pukul Rata, eh, Jika.

Bagian belakang,subframe dibawa tukang loa’an, gantinya pipa hollo 2×2. Ini bukan pipa, tapi pelat kotak yang bikin kinerjanya lebih rigid. Topo, tidak butuh fleksibel. Lantaran, akan menggunakan monosok Ninja yang travelnya atau jarak mainnya yang panjang. Juga suspensi depan dari special engie yang 85 cc. Dengan dua peredam kejut itu, rangka bisa mengayun nyaman. Tentu nyaman versi motor dual purpose. Bukan nyaman tiduran di tempat tidur yang empuk, bro…

Tingkatan ilmu Topo, telah sejajar dengan pandai besi Ken Arok sodaranya Ken Dedes yang lain dari Ken Wood dan Kenerton. Jurusnya mengolah pipa sudah seperti paparan di atas. Sekarang karsa pelat galvanis yang dilapal pada kedok lampu depan, tangki, sepatbor depan, airscoop dan buritan. Ilmu komat-kamit terakhir menyemprot merah khas Ducati. Tapi, bukan Ducati Rossi, itu motor gak pernah menang!!!

Tapi, kok kurus ya? Don M

BERITA TERKAIT:
Skydrive Pelek Gambot Ban Jumbo
Honda S90Z, Asli Man…!
Yamaha Vixion, Chopper Jarang Di Darat
Modif Matik Edan-Edanan..!!!
Modifikasi Sehat, Honda New Megapro 2011
 Modifikasi Honda Blade, Pemenang IndoPrix Kenjeran
Modifikasi Vixion, Beda Buntut Dan Muka
Modifikasi Honda Dream 305 1972, Nyali CR
Modofikasi Ninja 250, Pelek Hayabusa Limited
Honda CB 100, Balada Pemodif Cekak…
Honda RVF 400 Bumble Bee
Kawak Ninja, Drag Tipu-Tipu

DATA MODIF

 
DAMotor : Honda GL-Pro 1996
Konsep  : Ducati Hypermotard
Sokbreker depan  : Yamaha YZ85   
Swing arm  : Kwangen Custom Products
Setang setir  : Suzuki TS125  
Foot pag  : Yoshimura  
Pelek depan/ belakang  : Variasi RGV  
Ban depan  : Battlax 100/70/17
Ban belakang  : Battlax 140/70/17
Rem belakang  : Suzuki Satria 120s
Head lamp  : Yamaha Jupiter MX
Monosok  : Kawasaki Ninja 150
Pipa tubular  : Pipa hitam ¼ inchi
Bodi full set  : Pelat galvanis 0.8mm
Modifikator  : Tauco Custom   
: Jl Kebagusan Raya No. 99  
: Jagakarsa, Jakarta Selatan  

BAGIKAN